Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat (SR).
Kebutuhan tenaga pendidik diproyeksikan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, seiring percepatan pembangunan sekolah berkonsep asrama tersebut.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, pemerintah pusat meminta daerah segera menyiapkan seluruh tenaga pendukung, tidak hanya guru, tetapi juga petugas jaga yang bertugas penuh selama 24 jam.
“Pemerintah pusat meminta daerah segera menyiapkan tenaga pendukung, termasuk petugas jaga selama 24 jam,” kata Ony, kemarin (16/1).
Meski demikian, Ony belum merinci jumlah kebutuhan guru Sekolah Rakyat.
Tenaga pendidik direncanakan berasal dari guru yang sudah ada di daerah, dengan sistem penggajian ditanggung Pemkab Ngawi.
Saat ini, pemkab masih melakukan pendataan kebutuhan guru SD dan SMP yang akan ditugaskan mengajar di Sekolah Rakyat.
Sementara untuk kebutuhan guru SMA, pemkab akan berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur.
“Ada juga petugas tertentu yang menjadi bagian dari pemerintah pusat. Nantinya sistemnya sharing,” jelas Ony.
Adapun proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Ngawi dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.
Perusahaan pelat merah tersebut juga menggarap proyek Sekolah Rakyat di tiga kabupaten lain dengan total nilai kontrak mencapai Rp 911 miliar.
Khusus di Ngawi, pembangunan Sekolah Rakyat berlokasi di Ngudal dengan nilai anggaran sekitar Rp 200 miliar.
Hingga kini, progres pembangunan masih berada pada tahap cut and fill lahan. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto