Jawa Pos Radar Ngawi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawi selama lebih dari lima jam pada Selasa (20/1) menyisakan duka bagi warga.
Luapan sungai memicu banjir mendadak yang merusak rumah warga di Desa Siderejo, Kecamatan Ngrambe, serta Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar.
Dua warga yang terdampak paling parah adalah Sukarti dan Darni.
Derasnya arus banjir menjebol dinding rumah dan menghanyutkan sejumlah harta benda.
Air datang tiba-tiba sehingga warga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
Berdasarkan data BPBD Ngawi, luapan sungai di Desa/Kecamatan Kedunggalar merendam sedikitnya 50 rumah warga.
Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter dan menggenangi permukiman selama beberapa waktu.
Tak hanya rumah warga, banjir juga berdampak pada aktivitas sosial.
Acara pengajian Isra Mikraj yang rencananya digelar di desa setempat terpaksa dibatalkan karena lokasi kegiatan terendam air.
Bahkan, sebuah truk milik warga yang terparkir di pinggir jalan terseret derasnya arus banjir hingga ke area perkebunan.
Salah satu korban, Darni, menuturkan hujan deras turun sejak siang hari sebelum banjir datang mendadak.
“Dinding rumah saya jebol, harta benda banyak yang hanyut, dan banyak warga terpaksa mengungsi,” ujarnya, kemarin.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kedunggalar Joko Waluyo.
Menurutnya, banjir terjadi akibat sungai tidak mampu menampung debit air setelah hujan deras berjam-jam.
“Air cepat naik karena sungai meluap. Ada dinding rumah yang jebol, bahkan sebuah truk terseret arus. Sekitar 50 kepala keluarga terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yudha Putra memastikan seluruh korban bencana telah dilakukan asesmen untuk tindak lanjut penanganan.
Ia juga menegaskan banjir cepat surut dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat puncak musim penghujan seperti sekarang,” terangnya. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto