Jawa Pos Radar Madiun – Reruntuhan bangunan diduga candi ditemukan di tengah hutan wilayah Kecamatan Karanganyar, Ngawi, baru-baru ini. Temuan itu bikin geger warga.
Benda berukuran besar itu ditengarai berasal dari masa Kerajaan Medang, sekitar abad ke-9 hingga ke-10.
“Berupa rangkaian batu tertata rapi dengan tinggi sekitar lima meter dengan beberapa patung dan batu ukiran. Keyakinan saya, 80 persen kondisi masih utuh,” kata Suyono, pemerhati sejarah, Kamis (12/2).
Suyono menyebut, penemuan itu berawal dari penelusuran literasi sejarah terkait perjalanan Mpu Sindok saat memindahkan pusat kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Temuan tersebut juga diperkuat cerita warga setempat yang kerap menemukan benda-benda kuno.
Mulai emas, kuburan lama, hingga peninggalan berbentuk yoni.
“Juga ada arca yang mengarah pada corak Siwa,” terangnya.
Secara fisik, struktur candi masih terlihat dari susunan batu yang sebagian tertata rapi.
Meski ada bagian yang sudah runtuh dan berserakan. “Harus dilakukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya.
Suyono menilai, situs tersebut menunjukkan ciri peradaban yang maju dan terorganisir.
Hal itu tampak dari teknik pemahatan arca yang rapi dan detail.
“Itu tampak dari teknik pemahatan yang rapi dan detail arca,” ungkapnya.
Dia berharap temuan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun instansi terkait agar dilakukan penelitian arkeologis lebih mendalam.
Jika benar menjadi candi tertua di Ngawi, maka temuan ini bisa menjadi aset berharga. Baik untuk ilmu pengetahuan maupun wisata sejarah.
“Baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun wisata sejarah,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto