Jawa Pos Radar Madiun - Agenda Safari Ramadan jajaran Forkopimda Kabupaten Ngawi terus bergulir.
Pada Selasa (3/3), rombongan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi menyambangi Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Baitul Rohim.
Kepala Desa Wonokerto, Siti Moasri, menyambut positif kehadiran pimpinan daerah ini sebagai momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Baca Juga: Untung-Rugi Mudik Lebaran 2026 tanpa Tol: Hemat Biaya tapi Hati-Hati Banyak Tantangan
Aspirasi Warga Harap Perluasan Beranda Masjid Baitul Rohim
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) bersama takmir masjid menyampaikan permohonan bantuan terkait peningkatan infrastruktur tempat ibadah.
Warga berharap adanya bantuan tambahan untuk pembangunan bagian beranda masjid agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono merespons positif aspirasi tersebut. Ia menyatakan akan berupaya merealisasikan bantuan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Kami ingin mempercepat pembangunan masjid, khususnya di wilayah dusun, sehingga dapat mendorong produktivitas warga dalam kegiatan keagamaan," ujar Ony.
Baca Juga: Skenario Terburuk Perang Dunia 3, Ini Alasan Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Teraman
Misi Lingkungan: Mitigasi Bencana Lewat Pertanian Organik
Selain memberikan tausiyah dan bantuan, Bupati Ony memanfaatkan momen ini untuk memberikan edukasi mengenai Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB).
Program ini dinilai krusial tidak hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bentuk mitigasi bencana alam.
Poin Penting Pesan Bupati Terkait PRLB:
-
Beralih dari Kimia: Petani diajak meninggalkan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah.
-
Keamanan Sawah: Mengimbau petani menghindari penggunaan jebakan tikus listrik yang berbahaya.
-
Mitigasi Banjir & Longsor: Praktik pertanian berkelanjutan seperti agroforestri dan konservasi tanah dapat meningkatkan daya serap air, sehingga mengurangi risiko banjir dan tanah longsor.
Siti Moasri menambahkan bahwa momen Safari Ramadan ini memperkuat koordinasi antara aparat desa dan kabupaten demi pembangunan yang berkelanjutan.
Ia juga memastikan pihak desa akan terus berperan aktif menjaga keamanan selama bulan suci serta mengajak warga meningkatkan toleransi antarumat beragama. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani