Jawa Pos Radar Ngawi – Arus kendaraan di ruas Tol Solo–Ngawi menunjukkan tren peningkatan selama periode Lebaran.
Namun, lonjakan tersebut belum masuk kategori puncak arus balik.
Manajer PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Vitalis Kordi mengatakan, kenaikan lalu lintas terjadi tetapi masih dalam batas wajar.
“Untuk Tol Solo–Ngawi ada dampaknya, tapi tidak signifikan. Hanya lalu lintasnya naik dibandingkan kondisi normal,” ujarnya, Senin (23/3).
Data JSN mencatat, total kendaraan keluar melalui tujuh gerbang tol mencapai 58.844 kendaraan.
Angka tersebut naik 121 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 26.626 kendaraan.
Sementara itu, arus kendaraan masuk tercatat 55.171 kendaraan. Meningkat 103,4 persen dari kondisi normal 27.122 kendaraan.
Meski terjadi lonjakan, pergerakan kendaraan saat ini masih didominasi aktivitas silaturahmi dan wisata Lebaran.
“Belum masuk arus balik. Masih karena cuti bersama dan kebijakan work from anywhere,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan sebagian masyarakat memilih bepergian setelah Hari Raya Idul Fitri.
JSN memprediksi puncak arus balik terjadi pada 28 Maret mendatang.
Pengendara diimbau tetap waspada dan mempersiapkan perjalanan, terutama di akses masuk gerbang tol yang rawan kepadatan. (sae/aan)
Editor : Hengky Ristanto