Jawa Pos Radar Ngawi – Gejolak geopolitik global mulai membayangi iklim investasi di Kabupaten Ngawi.
Kondisi ini berpotensi menekan stabilitas pasar, terutama karena investasi daerah didominasi penanaman modal asing (PMA).
Kepala DPMPTSP Ngawi, Kusumahadi Widjajanto, mengatakan mayoritas investasi asing bergerak di sektor industri berorientasi ekspor.
’’Sektor garment, alas kaki, hingga mainan sangat rentan terhadap tekanan global,’’ ujarnya, Minggu (5/4).
Meski dihadapkan ketidakpastian, Pemkab Ngawi tetap optimistis.
Investor asal China masih mendominasi dari total 16 investor asing yang masuk.
’’Ngawi masih menjadi tujuan investasi yang diminati,’’ imbuhnya.
Tahun ini, target investasi dipatok Rp 3 triliun.
Angka tersebut meningkat dari capaian 2025 sebesar Rp 2,95 triliun.
Kemudahan perizinan menjadi faktor utama penarik investor.
Sepanjang 2025, tercatat 8.808 izin diterbitkan dari 55 jenis layanan.
’’Kami pastikan proses perizinan sederhana dan memberi kepastian,’’ jelasnya.
Selain itu, produktivitas tenaga kerja juga menjadi keunggulan.
Dengan upah setara, pekerja di Ngawi dinilai lebih produktif.
Dari sisi tata ruang, kepastian RTRW memberikan rasa aman bagi investor.
Ribuan hektare lahan telah disiapkan untuk kawasan industri.
Saat ini, tiga investor asing masih dalam tahap penjajakan. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto