Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kemarau Ekstrem Mengancam, Petani Ngawi Diminta Percepat Tanam Padi

Asep Syaeful • Minggu, 26 April 2026 | 11:00 WIB
Wabup Ngawi turun ke sawah dorong percepatan tanam padi. FOTO: DISKOMINFO NGAWI
Wabup Ngawi turun ke sawah dorong percepatan tanam padi. FOTO: DISKOMINFO NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Ancaman kemarau ekstrem mulai diantisipasi. Pemkab Ngawi mendorong petani mempercepat tanam padi, terutama usai masa panen.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan, percepatan tanam penting agar tanaman sudah kuat sebelum puncak musim kemarau pada Juli–Agustus.

“Ini agar risiko kekeringan bisa ditekan,” ujarnya, kemarin (25/4).

Selain faktor cuaca, sektor pertanian juga dibayangi target produksi yang tinggi.

Dari Kementerian Pertanian, Ngawi ditargetkan mencapai luasan panen 169 ribu hektare pada 2026.

Target tersebut dinilai cukup menantang. Pasalnya, luas baku sawah (LBS) di Ngawi hanya sekitar 49 ribu hektare.

Sementara untuk memenuhi target, idealnya dibutuhkan sekitar 60 ribu hektare.

“Karena lahan terbatas, strategi yang dilakukan adalah meningkatkan indeks pertanaman,” jelas Antok, sapaan akrabnya.

Pemkab juga memetakan wilayah rawan kekeringan. Terutama lahan yang bergantung pada pasokan air waduk dan tadah hujan.

Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi gagal panen atau puso.

Sebagai alternatif, pemkab menyiapkan dukungan pengairan melalui sumur pompa listrik atau electric for farm (elfarm).

“Semua upaya itu agar produksi padi tetap aman,” tegasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kemarau ekstrem #pertanian #tanam padi #produksi padi #petani ngawi