Jawa Pos Radar Ngawi – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Ngawi terus dikebut.
Hingga kini, 86 unit telah rampung 100 persen dari total 217 koperasi yang direncanakan.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Ngawi Mujiati mengatakan, progres pembangunan di lapangan tidak merata.
“Progres pembangunan bervariasi di setiap lokasi,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinkop UM, sebanyak 45 unit berada pada progres 80–99,99 persen.
Kemudian 36 unit di kisaran 60–80 persen dan 34 unit pada 40–60 persen.
Sisanya, tujuh unit berada di progres 20–40 persen dan lima unit masih di bawah 20 persen.
Secara umum, pembangunan dinilai berjalan sesuai target. Namun, tidak semua lokasi bisa langsung dikerjakan.
Sedikitnya empat titik masih terkendala lahan. Yakni di Kelurahan Ketanggi dan Pelem (Kecamatan Ngawi), serta Desa Gunungsari (Kasreman) dan Pandean (Karanganyar).
“Dua kelurahan belum memiliki aset tanah kas. Sementara dua desa lainnya berada di kawasan hutan,” jelasnya.
Untuk lokasi di kawasan hutan, pemanfaatan lahan masih menunggu izin dari Perhutani.
“Masih proses koordinasi untuk mendapatkan izin lahan,” tandasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto