NGAWI – Kepergian Mia Citra Rumaisya menyisakan duka mendalam di Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan.
Perempuan 25 tahun itu dikenal sebagai sosok ceria, ramah, dan mudah bergaul. Kini, senyumnya tinggal kenangan.
Mia lahir di Tambakboyo. Namun sejak kecil mengikuti orang tuanya merantau ke Tambun, Bekasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan, dia bekerja di Jakarta.
Meski tinggal jauh dari kampung halaman, hubungan dengan keluarga tetap terjaga.
Kepala Desa Tambakboyo Saefudin menyebut Mia aktif berkomunikasi dengan keluarga besar, terutama melalui grup keluarga.
“Anaknya baik, ceria, komunikatif. Dengan keluarga juga dekat,” ujarnya.
Intensitas kepulangan Mia ke kampung halaman memang tidak sering.
Dalam setahun, dia biasanya hanya pulang satu hingga dua kali, terutama saat Lebaran.
Meski begitu, kedekatan dengan keluarga besar tetap terjalin erat.
Keluarga memutuskan memakamkan Mia di kampung halamannya.
Jenazah disemayamkan di rumah orang tua di Tambakboyo sebelum disalatkan di Masjid Al-Atiq, lalu dimakamkan di tempat pemakaman umum desa.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Warga dan keluarga mengantar kepergian Mia dengan suasana duka.
“Kami berusaha ikhlas. Ini sudah kehendak Tuhan,” kata Saefudin. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto