Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Takziah ke Rumah Duka Mia di Mantingan Ngawi, Kanang Desak Evaluasi Total Sistem Komunikasi Kereta Api

Asep Syaeful • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:00 WIB
UNGKAPAN DUKA: Budi Sulistyono Kanang saat memberikan penguatan kepada keluarga almarhumah Mia Citra Rumaisya di Desa Tambakboyo, Mantingan. Kanang mendesak evaluasi sistem komunikasi kereta api dan penanganan darurat medis. (FOTO: ASEP SYAEFUL BACHRI/RADAR NGAWI)
UNGKAPAN DUKA: Budi Sulistyono Kanang saat memberikan penguatan kepada keluarga almarhumah Mia Citra Rumaisya di Desa Tambakboyo, Mantingan. Kanang mendesak evaluasi sistem komunikasi kereta api dan penanganan darurat medis. (FOTO: ASEP SYAEFUL BACHRI/RADAR NGAWI)

Jawa Pos Radar Ngawi – Tragedi kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Tambakboyo, Mantingan.

Kemarin (5/5), anggota DPR Budi Sulistyono Kanang mendatangi rumah duka Mia Citra Rumaisya, 25, salah satu korban meninggal dalam peristiwa kelam 27 April lalu tersebut.

Kehadiran sosok yang akrab disapa Kanang ini bukan sekadar untuk berbela sungkawa.

Politikus senior PDI Perjuangan itu secara tegas menyoroti lemahnya sistem komunikasi antarkereta api yang dinilai masih memiliki celah fatal.

Baca Juga: Sosok Mia Citra di Mata Warga Tambakboyo Ngawi, Ceria dan Dekat dengan Keluarga

"Komunikasi antara petugas lapangan dan pusat pengatur perjalanan kereta api harus berjalan dalam hitungan detik. Terlebih di jalur padat. Jika ada kereta yang bermasalah, informasi itu harus segera sampai ke kereta di belakangnya agar bisa dihentikan seketika. Sistem ini yang saya lihat masih perlu diperkuat," tegas Kanang.

Bukan hanya soal teknis perjalanan, Kanang juga menaruh perhatian serius pada penanganan medis pasca-evakuasi.

Berdasarkan penuturan pihak keluarga, Mia sempat terjepit di gerbong selama 10 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke rumah sakit.

Mirisnya, kondisi Mia yang awalnya relatif stabil perlahan menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga: Mia Citra, Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Dimakamkan di Ngawi

"Penanganan awal setelah evakuasi harus benar-benar presisi. Jangan sampai korban yang berhasil selamat dari benturan justru kondisinya memburuk karena terlambat ditangani atau diagnosis yang tidak tepat," ungkap mantan Bupati Ngawi dua periode itu.

Menurut Kanang, pembaruan sistem komunikasi perkeretaapian sudah tidak bisa ditawar lagi.

Ia mendesak adanya pemanfaatan teknologi terbaru yang mampu menjamin koordinasi cepat dan akurat.

Keselamatan nyawa penumpang harus berada di atas segalanya.

"Secara umum layanan kereta kita memang sudah membaik, tapi aspek keselamatan tidak boleh ada kompromi. Harus ada evaluasi menyeluruh agar kejadian memilukan seperti ini tidak pernah terulang kembali," pungkasnya di sela-sela suasana duka di Tambakboyo. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#kecelakaan kereta bekasi #Mia Citra Rumaisya #Kanang Ngawi #Mantingan Ngawi #Budi Sulistyono