Jawa Pos Radar Ngawi – Pasar murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di halaman Kantor Kelurahan Margomulyo, Ngawi, kemarin (7/5), menuai kekecewaan warga.
Puluhan masyarakat yang mengantre sejak pagi tidak menemukan minyak goreng subsidi MinyaKita yang menjadi komoditas paling diburu.
Warga hanya mendapati minyak goreng kemasan merek Sovia ukuran 800 mililiter dengan harga Rp15 ribu per kemasan.
Padahal, sebagian besar pembeli datang dengan harapan mendapatkan MinyaKita yang belakangan sulit ditemukan di pasaran.
Salah seorang warga, Anik Prasetyowati, mengaku kecewa karena minyak goreng subsidi tidak tersedia dalam pasar murah tersebut.
“Minyaknya yang langka, kalaupun ada harganya mahal. MinyaKita tadi tidak ketemu, jadi ya kecewa,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ani.
Menurut dia, masyarakat berharap pasar murah menyediakan MinyaKita karena harganya lebih terjangkau dibanding minyak goreng lain.
“Warga ya kecewa karena MinyaKita tidak disediakan, karena murah,” ujarnya.
Dalam kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Iduladha itu, sejumlah komoditas lain tetap tersedia.
Mulai gula pasir, telur ayam, tepung, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga produk UMKM.
Selain itu, beras SPHP juga dijual seharga Rp55 ribu per kemasan.
Ketua Tim Kerja Distribusi Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Endah Nora Susanti, mengatakan pihaknya memang membawa minyak goreng dalam pasar murah tersebut, namun bukan MinyaKita.
“Kami membawa minyak goreng, hanya memang bukan MinyaKita. Untuk MinyaKita kewenangan penugasannya ada di Bulog,” katanya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto