Jawa Pos Radar Ngawi – Penjagaan perlintasan kereta api (KA) berpintu otomatis di Ngawi dinilai belum ideal.
Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi mengakui masih kekurangan petugas untuk menjaga 13 perlintasan sebidang yang dikelola pemkab.
“Saat ini ada 59 petugas. Tapi jumlahnya belum ideal,” ujar Kepala Dishub Ngawi Anang Heri Prabowo, kemarin (17/5).
Menurut Anang, satu pos penjagaan seharusnya dijaga enam orang.
Dengan jumlah tersebut, setiap sif delapan jam dapat diisi dua petugas secara bergantian.
“Idealnya satu pos ada enam petugas, jadi setiap sif ada dua orang. Kalau ada yang istirahat atau ke kamar mandi bisa bergantian,” katanya.
Kondisi di lapangan saat ini masih berbeda-beda.
Sejumlah pos hanya dijaga empat hingga lima petugas.
Pos di jalur ramai umumnya memiliki lima petugas, sedangkan perlintasan di jalan penghubung antardesa jumlah penjaganya lebih sedikit.
Anang menilai keberadaan dua petugas dalam satu sif penting untuk menjaga fokus dan keselamatan.
Terutama di perlintasan yang jauh dari permukiman warga.
“Ada dua orang supaya tidak mengantuk,” jelasnya.
Dia mengklaim seluruh petugas penjaga perlintasan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Para penjaga tersebut berstatus tenaga outsourcing dari pihak ketiga.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Dishub belum bisa menambah jumlah petugas sesuai kebutuhan ideal.
“Semoga anggaran ini masih aman dari efisiensi karena sangat berpengaruh pada keselamatan masyarakat,” tandasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto