Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Revitalisasi 9 SD di Ngawi Belum Jelas, Sekolah Masih Tunggu SK Pusat

Asep Syaeful • Minggu, 24 Mei 2026 | 16:00 WIB
Aktivitas belajar di salah satu sekolah dasar di Ngawi. Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat masih menunggu kepastian. DOK JAWA POS RADAR NGAWI
Aktivitas belajar di salah satu sekolah dasar di Ngawi. Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat masih menunggu kepastian. DOK JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Kepastian bantuan revitalisasi sekolah dasar (SD) dari pemerintah pusat di Kabupaten Ngawi hingga kini masih belum jelas.

Padahal, sembilan SD calon penerima sebelumnya telah diajak mengikuti pembahasan perencanaan di Jakarta.

Namun hingga saat ini, surat keputusan penerima bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum juga diterbitkan.

“Kami masih menunggu kepastiannya,” ujar Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Zainal Fanani, Minggu (24/5).

Menurut Zainal, tim Kemendikdasmen sebelumnya telah melakukan survei ke sejumlah sekolah yang diusulkan menerima bantuan revitalisasi.

Hasil survei tersebut kemudian dibahas bersama kepala sekolah dan tim teknis dalam forum desk di Jakarta.

Dalam pembahasan itu, sekolah diminta menyusun titik bangunan yang akan direvitalisasi sekaligus kebutuhan anggarannya.

“Namun sampai sekarang besaran anggarannya belum keluar,” katanya.

Dia menjelaskan, sembilan SD tersebut dipilih berdasarkan data kondisi sarana dan prasarana yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan telah diverifikasi kementerian.

Karena itu, sekolah diminta rutin memperbarui data kerusakan bangunan sekaligus melengkapi administrasi pendukung.

“Termasuk formulir pendukung dari DPUPR,” jelasnya.

Zainal memperkirakan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat nantinya juga akan berdampak terhadap alokasi perbaikan sekolah melalui dana alokasi umum (DAU) daerah.

Sekolah yang sebelumnya direncanakan mendapat perbaikan melalui DAU berpotensi dialihkan ke program revitalisasi pusat.

“Karena kemampuan DAU terbatas,” tandasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#sekolah rusak #dapodik #kemendikdasmen #revitalisasi sekolah #ngawi