Jawa Pos Radar Ngawi – Persinga Ngawi membuka putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2026 dengan hasil meyakinkan.
Bermain di hadapan 1.425 suporter di Stadion Ketonggo, kemarin (31/5), Laskar Ketonggo membantai PS Tunas Muda Bengkulu dengan skor telak 6-1.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Persinga dalam mengarungi persaingan putaran nasional yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski tampil dominan, Persinga sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat tim tamu pada babak pertama.
Kebuntuan baru pecah menjelang turun minum melalui kapten tim Dwi Cahyono pada menit ke-42.
Gol tersebut menjadi titik balik permainan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Persinga tampil lebih agresif dan efektif. Zery Alpindo Kembaren membawa timnya menjauh lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-48 dan 62.
Saat skor 3-0, PS Tunas Muda Bengkulu sempat memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Muhammad Farhan Riskiyadi Saputra pada menit ke-69.
Namun gol tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Persinga justru semakin menggila pada sisa waktu pertandingan.
Muhammad Rayhan Andanti mencatatkan brace setelah mencetak gol pada menit ke-76 dan masa injury time menit ke-90+3.
Dua gol lainnya disumbangkan Dimas Galih Gumilang pada menit ke-83 dan Moh Nasrul Arifin dua menit berselang.
Pelatih Persinga Slamet Riadi mengakui para pemainnya sempat mengalami tekanan pada laga pembuka.
Namun, situasi berubah setelah gol pertama berhasil tercipta.
“Setelah gol pertama anak-anak bisa bermain lebih lepas,” ujarnya.
Meski menang besar, Slamet menegaskan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Evaluasi terutama difokuskan pada efektivitas penyelesaian akhir serta kontrol emosi pemain selama pertandingan.
Menurut dia, perjalanan Persinga di putaran nasional masih panjang sehingga tim harus terus meningkatkan performa pada laga-laga berikutnya.
Sementara itu, Pelatih PS Tunas Muda Bengkulu Tomas Yuliandra mengakui keunggulan tuan rumah.
Dia menilai intensitas permainan Persinga pada babak kedua membuat timnya kesulitan menjalankan strategi yang telah disiapkan.
“Kami kesulitan mengimbangi intensitas permainan Persinga di babak kedua,” katanya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto