Jawa Pos Radar Ngawi - Atap foodcourt Taman Dungus kian memprihatinkan.
Sejumlah bagian bangunan bahkan jebol sehingga air hujan langsung mengguyur area lapak pedagang dan mengganggu aktivitas jual beli.
Kerusakan tersebut kini menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi.
Perangkat daerah itu memastikan perbaikan akan masuk agenda tahun ini.
“Karena memengaruhi aktivitas pedagang dan pembeli,” kata Kepala DLH Ngawi Dodi Aprilasetia, Senin (8/6).
Menurut Dodi, kondisi atap yang rusak tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus berdampak pada aktivitas ekonomi para pedagang di kawasan tersebut.
Meski demikian, DLH belum dapat memastikan besaran anggaran yang dibutuhkan.
Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan tingkat kerusakan dan menyusun perencanaan teknis sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
“Kami hitung dulu kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Tak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, DLH juga menyiapkan langkah penataan kawasan agar Taman Dungus kembali memiliki daya tarik sebagai salah satu ruang publik favorit masyarakat.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah membuka peluang bagi pedagang baru dengan produk kuliner yang lebih beragam dan kompetitif.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan foodcourt.
“Menawarkan pilihan makanan yang lebih kompetitif dan menjadi magnet pengunjung,” katanya.
Penataan juga akan menyasar area taman dan ruang terbuka hijau di sekitar lokasi.
DLH berencana mempercantik lanskap kawasan agar lebih nyaman digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga.
Dengan pembenahan tersebut, pemerintah berharap Taman Dungus dapat kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata kota yang ramai seperti beberapa tahun lalu.
“Kami ingin mengembalikan Taman Dungus seperti dulu, ramai dikunjungi masyarakat untuk bersantai maupun berwisata,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto