Jawa Pos Radar Ngawi – DPRD Ngawi berupaya mendekatkan dunia politik kepada generasi muda.
Salah satunya melalui program kunjungan edukasi yang melibatkan pelajar untuk mengenal langsung tugas dan fungsi lembaga legislatif.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan 48 siswa Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) SMAN 1 Ngawi ke kantor DPRD Ngawi, Senin (15/6).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi politik sekaligus menumbuhkan kesadaran bernegara di kalangan generasi Z.
Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko mengatakan, masih banyak anak muda yang memandang politik secara negatif.
Padahal, politik memiliki peran penting sebagai instrumen memperjuangkan kepentingan masyarakat apabila dijalankan dengan baik.
’’Politik tidak selalu identik dengan hal buruk. Jika digunakan dengan benar, politik bisa menjadi sarana memperjuangkan kepentingan masyarakat,’’ ujarnya, kemarin (16/6).
King, sapaan akrabnya, menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan.
Karena itu, mereka perlu memahami cara kerja lembaga negara sejak dini.
Menurut dia, rendahnya ketertarikan sebagian anak muda terhadap isu politik dan pemerintahan perlu diatasi dengan pendekatan edukatif yang lebih dekat dengan dunia pelajar.
’’Kami ingin anak-anak memahami cara kerja lembaga ini sehingga muncul kesadaran untuk ikut terlibat sebagai warga negara,’’ tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai struktur organisasi, mekanisme kerja dewan, serta proses pengambilan kebijakan daerah.
Tak hanya mendengarkan materi, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi diskusi.
Berbagai pertanyaan terkait tugas anggota DPRD hingga isu pembangunan daerah disampaikan langsung kepada pimpinan dewan.
King mengapresiasi antusiasme para pelajar selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, generasi Z memiliki rasa ingin tahu yang tinggi apabila diberikan ruang yang tepat untuk belajar dan berdialog.
Karena itu, DPRD Ngawi berencana terus membuka kesempatan serupa bagi sekolah-sekolah lain agar pemahaman politik dan demokrasi di kalangan pelajar semakin meningkat.
’’Anak-anak sebenarnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Tinggal bagaimana menyediakan ruang belajar dan diskusi yang tepat,’’ pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto