Jawa Pos Radar Ngawi – Tiga gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi hingga kini belum difungsikan meski pembangunannya telah rampung 100 persen.
Bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut masih kosong dan mulai dikelilingi rumput liar.
Tiga fasilitas milik Badan Gizi Nasional (BGN) itu berada di Kecamatan Kedunggalar, Kendal, dan Padas. Secara fisik, seluruh bangunan telah selesai dan siap digunakan.
Namun, belum ada aktivitas operasional yang berjalan di dalamnya.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku pemerintah daerah belum memperoleh kepastian mengenai mekanisme pengelolaan maupun sistem distribusi logistik yang akan diterapkan dalam operasional SPPG.
"Sudah dibangun, tapi belum jelas pengelolaannya," ujar Ony, Rabu (17/6).
Menurut Ony, hingga saat ini Pemkab Ngawi masih menunggu petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait tata kelola program tersebut.
Ketidakjelasan itu membuat pemerintah daerah belum bisa mengambil langkah lebih lanjut.
Ony juga membantah isu yang sempat beredar bahwa pengelolaan SPPG nantinya akan diserahkan kepada Perum Sumber Sarana Sentosa milik Pemkab Ngawi.
"Klausul itu enggak ada," tegasnya.
Karena belum ada regulasi maupun instruksi teknis yang diterima daerah, posisi pemerintah kabupaten saat ini hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
"Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat," tambahnya.
Tiga SPPG di Ngawi merupakan bagian dari paket pembangunan tahap VI program MBG di Jawa Timur.
Total terdapat tujuh titik pembangunan dalam paket tersebut, terdiri atas empat lokasi di Kabupaten Kediri dan tiga lokasi di Kabupaten Ngawi.
Berdasarkan perhitungan proyek, nilai pembangunan setiap unit SPPG mencapai sekitar Rp 2,8 miliar.
Seluruh pekerjaan konstruksi dikerjakan oleh PT Fata Perdana Mandiri. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto