Jawa Pos Radar Madiun – Guna mendongkrak kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, SMPN 1 Karangjati membuat program inovatif bertajuk LITERAKSI. Inovasi akronim Literasi untuk Refleksi dan Kreasi itu hadir untuk memutus budaya membaca yang selama ini hanya formalitas. "Kami ingin literasi menjadi kebutuhan dasar siswa dalam berpikir kritis dan mengekspresikan diri, bukan sekadar kewajiban menuntaskan tugas," kata Kepala SMPN 1 Karangjati Fajar Budhianto.
LITERAKSI dirancang melalui enam tahap sistematis, Meliputi Assess, Design, Implement, Reflect, Measure, dan Change. Melalui skema itu, siswa tidak hanya membaca dua artikel sepekan. Tapi juga ditantang menulis refleksi pribadi dan mengikuti kompetisi karya tulis di akhir semester. Melalui pembimbingan reflektif berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), siswa dilatih mengaitkan bacaan dengan pengalaman hidup mereka.
Baca Juga: Gagas Prasasti Smaga, Strategi Riful Hamidah Pacu Guru SMAN 3 Magetan Lahirkan Inovasi
Gebrakan ini terbukti membuahkan hasil nyata. Karya-karya terbaik siswa hasil kurasi tim literasi sekolah diterbitkan dalam buku antologi cetak maupun digital (e-book). "Penerbitan antologi ini bentuk apresiasi tertinggi sekolah atas kejujuran intelektual dan kreativitas anak-anak," ujarnya.
Selain mengasah literasi, program ini juga berdampak positif pada peningkatan kedisiplinan dan empati siswa. SMPN 1 Karangjati berkomitmen menggandeng penulis profesional dan penerbit lokal guna menjaga keberlanjutan program. "Evaluasi terus dilakukan sebagai wujud continuous improvement, sehingga ekosistem pendidikan yang literat dan kolaboratif ini dapat mengakar kuat," pungkasnya. (ifa/cor/*)
Editor : Tim Magang Radar Madiun