Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dinkes Ngawi Luncurkan Kemping ASIK, Libatkan Kader PKK Percepat Penurunan Stunting

Asep Syaeful • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:00 WIB
Ketua TP-PKK Kabupaten Ngawi dr. Ana Mursyida bersama jajaran Dinas Kesehatan meluncurkan program Kemping ASIK untuk memperkuat pendampingan ASI eksklusif melalui kader PKK di seluruh Kabupaten Ngawi. FOTO: ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Ketua TP-PKK Kabupaten Ngawi dr. Ana Mursyida bersama jajaran Dinas Kesehatan meluncurkan program Kemping ASIK untuk memperkuat pendampingan ASI eksklusif melalui kader PKK di seluruh Kabupaten Ngawi. FOTO: ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab meluncurkan program Kader Pendamping ASI Eksklusif (Kemping ASIK) sebagai strategi meningkatkan cakupan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sekaligus menekan angka stunting.

Peluncuran program yang berlangsung di Pendapa Wedya Graha Ngawi, Senin (29/6), dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, dr. Ana Mursyida, bersama ratusan kader PKK dari seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.

Sebanyak 270 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka terdiri atas 217 Ketua TP-PKK desa/kelurahan, 19 Ketua TP-PKK kecamatan, Pokja IV TP-PKK Kabupaten Ngawi, organisasi masyarakat, serta lintas program kesehatan.

Program ini menjadi bagian dari penguatan Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI) melalui pemberdayaan kader PKK agar mampu mendampingi ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Heri Nur Fahrudin mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting hingga berada di bawah 10 persen.

Per Februari 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi tercatat 10,27 persen, lebih rendah dibanding target nasional sebesar 14 persen.

Meski demikian, Heri menegaskan pihaknya tidak ingin cepat berpuas diri.

Berbagai intervensi, baik yang bersifat sensitif maupun spesifik, akan terus diperkuat untuk mewujudkan target zero stunting.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

"Capaian pemberian ASI eksklusif pada bayi usia enam bulan di Ngawi pada 2025 baru menyentuh 54,64 persen, dari target minimal sebesar 61 persen," jelasnya.

Heri mengungkapkan berkembangnya sektor industri di Kabupaten Ngawi turut mengubah komposisi tenaga kerja.

Banyak perempuan kini bekerja di kawasan industri sehingga menghadapi tantangan dalam memberikan ASI eksklusif akibat keterbatasan waktu cuti dan padatnya aktivitas kerja.

Meski demikian, ia menilai berbagai kendala tersebut masih dapat diatasi melalui edukasi dan pendampingan yang tepat.

"Mulai manajemen laktasi yang benar, metode memerah ASI, hingga dukungan psikologis. Oleh karena itu, melalui wadah Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI), para ibu menyusui didampingi agar tetap optimal memberikan hak bayinya," terangnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kemping ASIK #ngawi #dinkes ngawi #stunting ngawi #pkk