Jawa Pos Radar Ngawi – Kerusakan toilet dan kamar ganti di Alun-Alun Ngawi akhirnya mendapat perhatian pemerintah daerah.
Empat fasilitas publik tersebut diprioritaskan untuk diperbaiki tahun ini menggunakan anggaran pemeliharaan milik Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora).
Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih mengakui kondisi toilet dan kamar ganti di kawasan alun-alun memang sudah rusak dan banyak dikeluhkan masyarakat.
"Kondisinya memang kelihatan sekali (rusak, Red). Jadi nanti yang memang urgen itu dulu yang kami perbaiki atau fungsikan lagi," ujarnya, Sabtu (4/7).
Perbaikan akan difokuskan pada empat ruang toilet yang juga difungsikan sebagai kamar mandi dan kamar ganti.
Menurut Wiwien, pekerjaan tersebut tidak menggunakan anggaran khusus, melainkan memanfaatkan sebagian dana pemeliharaan fasilitas olahraga yang telah dialokasikan tahun ini.
"Kami sisihkan sebagian anggaran pemeliharaan tahun ini untuk memperbaiki kamar mandi dan kamar ganti," terangnya.
Anggaran pemeliharaan tersebut mencakup seluruh aset olahraga yang dikelola Disparpora, mulai Alun-Alun Ngawi, Stadion Ketonggo, hingga GOR Bung Hatta.
Total pagu pemeliharaan yang tersedia selama satu tahun sebesar Rp100 juta.
"Pagu pemeliharaan satu tahun itu Rp100 juta untuk semua," jelasnya.
Karena keterbatasan anggaran, perbaikan tidak dilakukan dengan membongkar bangunan secara menyeluruh.
Pemkab hanya akan memperbaiki bagian-bagian yang mengalami kerusakan berat agar fasilitas tersebut dapat kembali digunakan masyarakat.
"Tidak bongkar total, diperbaiki. Atapnya sudah hancur," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto