Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Pangan di Ngawi Turun, Daging Ayam hingga Cabai Lebih Murah

Asep Syaeful • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:35 WIB
BERBELANJA: Aktivitas jual beli di Pasar Besar Ngawi kembali ramai setelah harga sejumlah bahan pangan, seperti ayam, telur, cabai, dan bawang, mengalami penurunan. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
BERBELANJA: Aktivitas jual beli di Pasar Besar Ngawi kembali ramai setelah harga sejumlah bahan pangan, seperti ayam, telur, cabai, dan bawang, mengalami penurunan. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Besar Ngawi (PBN) mulai melandai.

Penurunan terjadi pada berbagai komoditas, mulai daging ayam, telur, cabai rawit, hingga bawang merah.

Kondisi tersebut mendorong aktivitas jual beli kembali bergairah.

Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Sabtu (4/7), harga daging ayam ras turun dari Rp35 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram.

Telur ayam juga turun dari Rp25 ribu menjadi Rp21 ribu per kilogram.

"Semua harga turun, pasar jadi ramai lagi," ujar Endang Lestari, salah seorang pedagang.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit yang kini dijual Rp48 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp60 ribu.

Bawang merah turun dari Rp45 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram.

Tomat turun dari Rp12 ribu menjadi Rp10 ribu, sawi dari Rp7 ribu menjadi Rp4 ribu, dan kubis dari Rp12 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.

Di tengah tren penurunan tersebut, wortel justru mengalami kenaikan harga dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram.

"Hanya wortel yang naik, dari Rp18 ribu jadi Rp22 ribu per kilogram," ungkap Endang.

Menurutnya, harga yang lebih terjangkau berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan.

Jika sebelumnya hanya mampu menjual sekitar 10 ekor ayam per hari, kini penjualannya meningkat menjadi sekitar 20 ekor per hari.

"Sehari saya bisa menjual hingga 20 ekor ayam, sebelumnya sekitar 10 ekor," ucapnya.

Penurunan harga pangan juga disambut positif masyarakat.

Beban belanja rumah tangga dinilai lebih ringan sehingga mendorong warga kembali berbelanja ke pasar tradisional.

"Semua harga turun, jadi senang," ujar Girga Anggun Pertiwi, salah seorang pembeli di Pasar Besar Ngawi. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#harga pangan Ngawi #Pasar Besar Ngawi #harga cabai #harga daging ayam #harga sembako