Jawa Pos Radar Ngawi – PT GFT Indonesia Investment di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, melakukan pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari langkah efisiensi perusahaan.
Sebanyak 97 pekerja terdampak, terdiri atas karyawan kontrak dan karyawan tetap.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi Supriyadi membenarkan adanya pengurangan tenaga kerja tersebut.
"Benar ada pengurangan pekerja di PT GFT Indonesia Investment di Geneng, totalnya sekitar 97 orang. Ini dilakukan karena perusahaan sedang melakukan efisiensi," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Supriyadi menjelaskan, pekerja yang terdampak terdiri atas 60 karyawan kontrak yang masa kerjanya telah berakhir dan tidak diperpanjang, serta 37 karyawan tetap yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut dia, PHK terhadap karyawan tetap dilakukan setelah perusahaan menawarkan pemindahan ke divisi lain sebagai bagian dari penataan organisasi.
"Ada yang menerima tawaran tersebut dan tetap bekerja, namun bagi yang menolak, terpaksa dilakukan PHK," jelasnya.
DPPTK memastikan seluruh hak normatif bagi karyawan tetap yang terkena PHK telah dipenuhi perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk hak atas jaminan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
"Mereka rata-rata memiliki masa kerja tiga sampai empat tahun, mengingat PT GFT ini baru beroperasi sekitar tahun 2022," katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi perusahaan, langkah efisiensi dipicu oleh penurunan permintaan ekspor dari mitra bisnis di Amerika Serikat sejak awal 2026.
Kondisi tersebut membuat perusahaan melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja di sejumlah divisi yang dinilai memiliki kapasitas berlebih.
"Misalnya, satu pos yang biasanya diisi 15 orang, dikurangi menjadi 10 atau delapan orang saja," terang Supriyadi.
Meski melakukan pengurangan pekerja, PT GFT Indonesia Investment tetap membuka rekrutmen untuk sejumlah posisi.
Perekrutan difokuskan pada lini produksi yang diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan aktivitas.
"Lonjakan volume pekerjaan diperkirakan Agustus mendatang," tegasnya.
Saat ini, PT GFT Indonesia Investment masih mempekerjakan sekitar 1.400 karyawan aktif dari total kapasitas sekitar 1.500 tenaga kerja, setelah pengurangan 97 pekerja tersebut. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto