Jawa Pos Radar Ngawi – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kabupaten Ngawi belum sepenuhnya rampung.
Hingga pertengahan Juli 2026, baru 122 gerai dan gudang yang selesai dibangun dari total target 217 desa dan kelurahan.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Ngawi Mujiati mengatakan, pembangunan di sejumlah lokasi masih terus berjalan.
"Total target 217 desa dan kelurahan, yang lain masih proses," ujarnya, Jumat (17/7).
Mujiati menjelaskan, beberapa wilayah masih menghadapi persoalan ketersediaan lahan sehingga pembangunan belum dapat dilaksanakan.
Di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, proses masih menunggu persetujuan pemanfaatan lahan yang diajukan kepada Gubernur Jawa Timur.
Sementara itu, Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, yang sebelumnya belum memiliki aset lahan, kini dipastikan akan memanfaatkan tanah milik desa.
Meski demikian, pembangunan fisik di lokasi tersebut belum dimulai.
Adapun Kelurahan Ketanggi dan Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, hingga kini masih mencari alternatif lahan karena belum memiliki aset yang dapat digunakan.
Meski lebih dari seratus unit telah selesai dibangun, Dinkop UM Ngawi belum dapat memastikan kapan seluruh gerai mulai beroperasi.
Pasalnya, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penyelesaian pembangunan maupun mekanisme operasional KDMP dan KKMP.
"Target selesai kapan dan kapan mulai bisa beroperasi, saat ini kami belum tahu karena belum ada juknis yang turun," pungkas Mujiati. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto