Jawa Pos Radar Madiun - Pemkab Ngawi menggelar Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi sebagai upaya melestarikan warisan budaya Nusantara sekaligus memperkuat identitas daerah.
Pameran bertajuk Sasmita Kanjeng Kyai Parikesit itu resmi dibuka Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko di Gedung Kesenian dan kawasan Jalan Keluar Pendapa Wedya Graha Ngawi, Kamis (16/7), dan berlangsung hingga Sabtu (18/7).
Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan bilah keris pusaka, bursa transaksi tosan aji, pojok konsultasi, hingga kelas edukasi budaya yang terbuka bagi masyarakat.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau yang akrab disapa Antok mengatakan, pagelaran ini menjadi bagian dari implementasi tema Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi, yakni mewujudkan masyarakat yang tumbuh, berdaya, dan berbudaya.
"Kami tujukan untuk menggali kembali seluruh mutiara terpendam di Kabupaten Ngawi terkait warisan tosan aji," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Wiwien Purwaningsih mengaku bangga dengan tingginya antusiasme masyarakat maupun kolektor dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan tersebut.
"Jujur, ini semua di luar dugaan saya. Dukungan dari para penggiat tosan aji di Ngawi yang bertindak sebagai kurator serta penyusun konsep sangat luar biasa," katanya.
Dalam pameran tersebut, panitia menampilkan 255 bilah keris pilihan yang telah melalui proses kurasi.
Selain itu, bursa tosan aji juga dipadati kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 100 lapak disediakan dalam bursa tersebut dan seluruhnya terisi.
Dari jumlah itu, 95 lapak ditempati pedagang dari luar Ngawi, seperti Sragen, Surabaya, Madura, Brebes, Yogyakarta, hingga Jakarta. Sementara lima lapak lainnya diisi pelaku tosan aji asal Kabupaten Ngawi.
"95 meja diisi pedagang dari luar Ngawi seperti Sragen, Surabaya, Madura, Brebes, Jogja hingga Jakarta. Hanya lima meja yang diisi oleh lokal Ngawi," papar Wiwien. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto