Plafon Nyaris Roboh, Siswa SMPN 1 Bringin Ngawi Belajar Diliputi Rasa Cemas

Asep Syaeful • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00 WIB
KBM DI TENGAH KERUSAKAN: Siswa SMPN 1 Bringin, Ngawi, tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang mengalami kerusakan pada plafon. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
KBM DI TENGAH KERUSAKAN: Siswa SMPN 1 Bringin, Ngawi, tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang mengalami kerusakan pada plafon. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 1 Bringin, Kabupaten Ngawi, diwarnai kekhawatiran akibat kondisi sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.

Puluhan siswa bahkan terpaksa mengikuti pelajaran di ruang kelas dengan plafon yang lapuk dan nyaris roboh.

Salah satu siswa kelas IX, Valen Putri Maharini, mengaku tidak merasa nyaman belajar karena khawatir plafon ambruk sewaktu-waktu.

"Tidak nyaman untuk belajar, takut kalau tiba-tiba roboh," ujarnya, Rabu (22/7).

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian para guru.

Aniek Tri Handayani mengaku proses belajar mengajar terganggu karena kerusakan tidak hanya terjadi pada plafon, tetapi juga meja dan kursi yang banyak mengalami kerusakan.

Baca Juga: John Herdman Puas Identitas Permainan Timnas Mulai Terlihat, Bantai Bali United di Laga Uji Coba

"Tak hanya atap yang mau roboh, bangku dan meja juga banyak yang rusak. Saya mau duduk saja takut karena tidak nyaman untuk KBM," katanya.

Untuk mengurangi risiko, pihak sekolah memindahkan sementara siswa kelas IX ke ruang laboratorium dan aula sekolah.

Sebagian siswa lainnya juga akan memanfaatkan musala sebagai ruang belajar sementara.

Kepala SMPN 1 Bringin Sutiyo mengatakan, keterbatasan ruang membuat sekolah kesulitan mengatur pembagian kelas bagi seluruh peserta didik.

"Kami cukup kesulitan mengatur pembagian ruang belajar bagi seluruh siswa," ujarnya.

Berdasarkan pendataan sekolah, terdapat enam ruang kelas yang mengalami kerusakan berat pada bagian struktur atap dan rangka plafon.

Baca Juga: Sidang Korupsi Maidi Ungkap Pengakuan Jemakir Pinjam Rp 20 Juta ke Kontraktor

Ruang-ruang tersebut digunakan oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan total sekitar 478 siswa.

Pemerintah Kabupaten Ngawi tahun ini telah mengalokasikan perbaikan melalui paket konsolidasi. Namun, anggaran tersebut baru mencakup renovasi dua ruang kelas.

Sementara itu, empat ruang kelas lainnya masih diusulkan memperoleh bantuan revitalisasi sarana dan prasarana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Pengusulan dilakukan melalui sistem Dapodik," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Zainal Fanani.

Apabila usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, perbaikan fisik dijadwalkan dilaksanakan pada tahun depan.

Jika tidak terealisasi, Pemkab Ngawi akan mengupayakan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Dari APBD tahun depan," pungkas Zainal. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
SMPN 1 Bringin sekolah rusak Infrastruktur sekolah ngawi pendidikan