Kembangkan Pertanian Modern, Desa Sidorejo Ngawi Pasok Sayuran Segar Bebas Pestisida

Satrio Jati • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:47 WIB
Kebun selada hidroponik Sidorejo Ngawi saat ini menjadi komoditas paling produktif selama beberapa tahun terakhir.
Kebun selada hidroponik Sidorejo Ngawi saat ini menjadi komoditas paling produktif selama beberapa tahun terakhir.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa (Pemdes) Sidorejo di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, terus memperlihatkan komitmen kuatnya dalam memajukan sektor pertanian modern.

Langkah nyata tersebut diwujudkan dengan mendirikan fasilitas greenhouse canggih yang berlokasi persis di sekitar area kantor desa setempat.

Tujuan utama dari inisiatif ini sangatlah jelas, yakni mencetak kawasan Sidorejo sebagai sentra desa hidroponik yang mandiri secara ekonomi.

"Ini sekaligus untuk menunjukkan efisiensi lahan dan efisiensi pemanfaatan air bagi warga dimana saat ini banyak warga yang mengadopsi teknik tersebut," ujar Kepala Desa Sidorejo, Danang Pamungkas Kresno Atmojo.

Penerapan sistem tanam modern ini dinilai sangat selaras dengan program pelestarian lingkungan yang sedang digalakkan di wilayahnya.

Apalagi, kawasan Sidorejo selama ini memang dikenal memiliki potensi daya dukung air yang sangat melimpah berkat adanya jaringan mata air lokal.

Baca Juga: DPRD Magetan Usulkan Lahan Pinggiran untuk Kampus 5 Unesa, Dorong Pemerataan Ekonomi

Rutin Pasok Supermarket Jakarta

Berbagai jenis sayur dan buah bernilai jual tinggi sukses dibudidayakan di dalam kebun modern tersebut.

Komoditas andalan yang secara rutin dipanen dari greenhouse ini meliputi sayur kangkung, sawi, buah melon, hingga selada segar.

"Untuk saat ini komoditas yang paling banyak adalah selada satu kilonya bisa mencapai Rp.30 ribu dimana kami bekerjasama dengan supermarket di Jakarta dan dikirim secara rutin," tambah Danang.

Selain menyasar pasar ibukota, aparatur desa juga secara konsisten memfasilitasi pembentukan kelompok usaha bersama.

Kelompok ini bertugas khusus untuk menampung, menyortir, dan mendistribusikan hasil panen ke pasar terdekat maupun jejaring kuliner lokal.

Kualitas sayuran bebas pestisida dari desa ini bahkan telah mendapat kepercayaan penuh dari berbagai pihak penyedia gizi massal di daerah sekitar.

"Beberapa SPPG sekitar Kendal juga mengambil bahan sayuranya dari kami untuk suplai bahan makanan program MBG," terangnya.

Sejumlah hasil panen selada Hidroponik bebas pestisida desa Sidorejo dikemas dan siap dikirm ke Jakarta.
Sejumlah hasil panen selada Hidroponik bebas pestisida desa Sidorejo dikemas dan siap dikirm ke Jakarta.

 

Edukasi Pertanian dan Penggerak Ekonomi

Keberadaan kebun hidroponik ini rupanya tidak hanya difokuskan pada pemenuhan target produksi pangan semata.

Fasilitas agribisnis tersebut kini juga disulap menjadi ruang belajar terbuka bagi para siswa dari tingkat SD hingga SMA, serta sarana edukasi bagi kelompok tani lokal.

Mereka diajarkan secara langsung mengenai teknis instalasi pipa air, peracikan nutrisi tanaman, hingga metode perawatan harian.

"Hidroponik juga kami promosikan sebagai solusi pertanian ramah lingkungan yang hemat air dan bebas pestisida kimia," kata Danang.

Sementara itu, urusan tata niaga dan operasional di kawasan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada BUMDes Tim Pejuang Kemajuan Sidorejo.

Bendahara Desa Sidorejo, Nur Fitri, menyatakan bahwa BUMDes memegang peranan yang sangat vital sebagai mesin penggerak roda ekonomi kemasyarakatan.

"Yaitu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), membuka lapangan kerja baru, dan mengelola potensi sumber daya desa secara mandiri," terang Nur.

Nantinya, seluruh keuntungan dari tata niaga agribisnis ini akan dikembalikan penuh ke kas desa dalam wujud PADes.

Dana segar tersebut kemudian akan diputar kembali untuk membiayai pembangunan infrastruktur fisik, program pemberdayaan warga, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Editor : Mizan Ahsani
Sidorejo Pertanian Modern pertanian hidroponik ngawi