Pembangunan Belum Rampung, Pembelajaran SRT Ngawi Mundur hingga Pertengahan Agustus

Asep Syaeful • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 06:00 WIB
CEK KESEHATAN: Calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum masuk asrama.
CEK KESEHATAN: Calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum masuk asrama.

Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kemensos Ngawi belum bisa dimulai sesuai jadwal.

Pembangunan fasilitas yang belum rampung membuat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ikut mundur.

Person in Charge (PIC) SRT Ngawi Syam Wuryani mengatakan, pemeriksaan kesehatan yang semula dijadwalkan pada 27 Juli baru terlaksana kemarin (30/7).

Sementara MPLS dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus.

"Penundaan disebabkan satu dua hal, salah satunya pembangunan SRT yang belum tuntas 100 persen," ujarnya.

Syam menjelaskan, progres pembangunan kawasan SRT kini telah melampaui 95 persen.

Gedung SMA sudah selesai dan digunakan sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan.

Sedangkan gedung SD dan SMP masih dalam tahap penyelesaian dengan progres rata-rata 95 persen.

Fasilitas pendukung seperti kantin, dapur, laboratorium, dan gedung serbaguna juga masih dalam tahap akhir pengerjaan.

Sementara pembangunan masjid utama telah rampung.

Selain pembangunan fisik, perlengkapan pribadi siswa seperti perlengkapan kebersihan, kebutuhan konsumsi, hingga tempat tidur asrama juga masih disiapkan oleh tim pelaksana.

Seluruh fasilitas ditargetkan siap sebelum 15 Agustus.

"Sehingga nanti setelah semua sudah ada, pembelajaran bisa kita mulai," katanya.

Hingga 29 Juli, jumlah calon peserta didik SRT Ngawi tercatat 227 siswa.

Terdiri atas 19 siswa SD, 92 siswa SMP, dan 116 siswa SMA.

Selama menunggu MPLS, seluruh calon siswa menjalani pemeriksaan kesehatan.

Untuk jenjang SD meliputi pemeriksaan mata, telinga, dan gigi. Sementara siswa SMP dan SMA juga menjalani pemeriksaan hemoglobin (HB), gula darah, serta tes kebugaran ringan.

Menurut Syam, pemeriksaan kesehatan bertujuan mendeteksi dini kondisi fisik siswa sebelum tinggal di asrama.

Hasil pemeriksaan tidak akan menggugurkan status peserta didik.

"Siswa tetap melanjutkan sekolah. Jika ada penyakit menular, tidak dikeluarkan, tetapi dirumahkan sementara untuk menjalani pengobatan. Setelah sembuh, baru masuk ke asrama," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
SRT Ngawi Pemeriksaan kesehatan siswa Sekolah Rakyat kemensos