Sinergisitas Pemdes Waruktengah, PKK, dan Satpol PP Perkuat Layanan 6 Bidang SPM Posyandu

Satrio Jati • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:17 WIB
Kepala Desa Waruktengah, Camat Pangkur, dan TP PKK Kecamatan Pangkur, bersama anak-anak menyambut Ketua TP PKK Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar.
Kepala Desa Waruktengah, Camat Pangkur, dan TP PKK Kecamatan Pangkur, bersama anak-anak menyambut Ketua TP PKK Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar.

Jawa Pos Radar Madiun - Sinergisitas Pemerintah Desa (Pemdes) Waruktengah, TP PKK, Satpol PP, dan Satlinmas dalam mengawal era transformasi layanan primer di Posyandu kian solid.

Posyandu kini tidak sekadar menjadi tempat kegiatan bulanan balita dan ibu hamil, melainkan telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menyelenggarakan pelayanan lintas siklus hidup.

"Posyandu kini menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terintegrasi secara menyeluruh untuk semua usia," ujar Kepala Desa Waruktengah Supono saat kunjungan kerja dan pembinaan 10 Program Pokok PKK oleh TP PKK Kabupaten Ngawi, Kamis (30/7).

Supono menjelaskan, penguatan kapasitas kader dilakukan untuk mengimplementasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Enam cakupan layanan tersebut meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibumlinmas, hingga bidang sosial.

Jajaran pemdes, TP PKK Desa Waruktengah, perwakilan dari Kecamatan Pangkur dan Pemkab Ngawi, satpol PP, damkar, serta linmas berfoto bersama di posyandu desa setempat.
Jajaran pemdes, TP PKK Desa Waruktengah, perwakilan dari Kecamatan Pangkur dan Pemkab Ngawi, satpol PP, damkar, serta linmas berfoto bersama di posyandu desa setempat.

 

Pada bidang kesehatan, layanan mencakup pemeriksaan ibu hamil, tumbuh kembang balita, imunisasi, hingga skrining penyakit tidak menular.

Di bidang pendidikan dan sosial, kader memfasilitasi pendataan PAUD, pencegahan anak putus sekolah, serta fasilitasi akses bantuan bagi kelompok rentan disabilitas dan lansia.

Sedangkan bidang PU dan perumahan berfokus pada pendataan air bersih, sanitasi, dan rumah tidak layak huni.

Dalam praktiknya, kolaborasi kader Posyandu, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur Trantibum diwujudkan melalui edukasi kebencanaan bagi kelompok rentan serta deteksi dini potensi Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Kader Posyandu sering menjadi pihak pertama yang mengetahui indikasi KDRT atau kekerasan anak. Kader diharapkan berkoordinasi langsung dengan Satlinmas untuk pendampingan awal guna mewujudkan desa yang sehat, aman, dan tanggap bencana," tuntas Supono. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
waruktengah ngawi desa pkk