Jawa Pos Radar Madiun - Program intervensi gizi berbasis masyarakat terbukti efektif memangkas angka stunting di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati, Ngawi.
Melalui Kelas Ibu Balita yang digelar konsisten oleh Pemdes Sidorejo bersama kader posyandu dan nakes, kasus stunting di desa setempat turun drastis dari 24 anak menjadi sisa 9 balita.
Kepala Desa Sidorejo Suprapto menuturkan, Pemdes berkomitmen penuh mengejar target zero stunting. Formulasi penanganan mencakup intervensi spesifik kesehatan hingga perbaikan lingkungan dan ekonomi.
"Hasil evaluasi rembuk stunting tahunan menjadi acuan rencana kerja. Kami mengalokasikan Dana Desa untuk operasional Kelas Ibu Balita serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan," ujar Suprapto, Jumat (7/8).
Baca Juga: Hasil Indonesia vs Vietnam di SEA V Cup 2026 Putri Leg 2: Merah Putih Menang Dramatis
Suprapto menjelaskan, menu PMT pemulihan difokuskan pada olahan protein hewani lokal seperti telur, ikan, dan daging ditambah asupan susu kalsium.
Edukasi pola asuh, kesadaran sanitasi, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut digencarkan guna mencegah infeksi berulang.
Ia menambahkan, keberhasilan menekan stunting menjadi investasi jangka panjang desa.
Selain menghemat anggaran kesehatan desa, anak-anak yang tumbuh optimal bakal menjadi SDM produktif pendukung pembangunan desa kelak.
"Alokasi anggaran ke depan bisa dialihkan secara bertahap untuk sektor produktif lain seperti infrastruktur ekonomi dan pemberdayaan BUMDes," tuntasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani