Hilang Sehari, Warga Gemarang Ngawi Ditemukan Meninggal di Sungai Kedung Merak

Asep Syaeful • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Petugas mengevakuasi jasad Khanani, 51, dari Sungai Kedung Merak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Selasa (11/8). ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
Petugas mengevakuasi jasad Khanani, 51, dari Sungai Kedung Merak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Selasa (11/8). ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Pencarian terhadap Khanani berakhir duka. Pria 51 tahun asal Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, itu ditemukan meninggal di aliran Sungai Kedung Merak, Selasa (11/8) sekitar pukul 07.30.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak sehari sebelumnya. Jasad bapak dua anak tersebut ditemukan terapung dan tersangkut di sungai berkedalaman sekitar tiga meter.

Lokasi penemuan hanya berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban. Warga yang melintas awalnya tidak menyadari bahwa benda yang terlihat di sungai merupakan jasad manusia.

Binuri, warga setempat, mengatakan keluarga bersama tetangga telah melakukan pencarian sejak Senin (10/8) sore.

Khanani diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 dan tak kunjung kembali hingga malam.

"Baru pagi hari ada yang melihat di sungai. Awalnya dikira sampah dan dibiarkan, tapi setelah didekati dan dicek ternyata jasad korban," ujar Binuri.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kedunggalar.

Polisi yang tiba di lokasi memasang garis pengaman untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dari kerumunan warga. Proses evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan BPBD.

"Petugas langsung mendatangi lokasi dan meminta bantuan BPBD untuk mengevakuasi korban dari sungai yang kedalamannya mencapai tiga meter," kata Kapolsek Kedunggalar AKP Karno.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad Khanani dibawa ke rumah duka untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis.

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan mencurigakan pada tubuh korban.

Sementara itu, terkait penyebab korban berada di sungai, keterangan yang dihimpun dari keluarga dan kepolisian masih mengarah pada dugaan sementara.

Korban diketahui bekerja sebagai kuli panggul dan disebut sudah tidak mampu bekerja akibat sakit setelah mengalami kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.

Setelah proses pemeriksaan selesai dan pihak keluarga menerima kejadian tersebut, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
desa gemarang sungai kedung merak polsek kedunggalar ngawi penemuan jasad