Perkuat Ukhuwah dan Nasionalisme, Pemdes Sumbersari Ngawi Gelar Pengajian Akbar

Satrio Jati • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Pemdes Sumbersari menggelar pengajian akbar Sarimulyo Bersholawat untuk memperingati Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI sekaligus memperkuat kerukunan.
Pemdes Sumbersari menggelar pengajian akbar Sarimulyo Bersholawat untuk memperingati Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI sekaligus memperkuat kerukunan.

Jawa Pos Radar Madiun - Nuansa religius berpadu dengan semangat kebangsaan di Desa Sumbersari, Kecamatan Sine.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dikemas melalui pengajian akbar Sarimulyo Bersholawat di Masjid Tarbiyatul Islam, Dusun Sarimulyo, Jumat malam (14/8).

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan nasionalisme di tengah masyarakat. Semangat Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air menjadi salah satu pijakan kegiatan.

Kepala Desa Sumbersari Zwenly Setyo Pramono mengatakan, kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan sekaligus membangun desa.

’’Mengangkat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat di desa yang sejalan dengan ajaran Islam dan Pancasila,’’ ujarnya.

Pengajian tersebut menghadirkan mubaligh asal Semarang KH Amin Maulana Budi Harjono atau Abah Budi, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah, Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Suasana semakin semarak dengan penampilan seni hadrah Majelis Sholawat Gandrung Nabi dari Grobogan, Purwodadi, serta tarian sufi.

Jajaran Forkopimcam Sine, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Zwenly mengapresiasi keterlibatan masyarakat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan tradisi gotong royong masih mengakar kuat di tengah warga Sumbersari.

’’Melalui kegiatan ini juga menjadi peristiwa sosial dan budaya yang menggerakkan seluruh elemen masyarakat Sumbersari,’’ katanya.

Menurut dia, pengajian akbar tidak hanya menjadi ruang menimba ilmu agama. Momentum berkumpulnya masyarakat juga mempererat silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing.

’’Ini mencerminkan kemandirian dan solidaritas warga karena setiap orang merasa memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan acara,’’ imbuhnya.

Kemeriahan Sarimulyo Bersholawat turut membawa dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah warga memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak makanan dan minuman. Aktivitas tersebut membuat pengajian tidak hanya memiliki dimensi keagamaan dan sosial, tetapi turut memberikan ruang bagi perputaran ekonomi lokal.

Camat Sine Agus Dwi Narimo mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian bersama menjadi salah satu sarana menjaga hubungan sosial masyarakat.

’’Dengan terselenggaranya kegiatan ini menjadi indikator bahwa masyarakat Desa Sumbersari memiliki hubungan sosial yang kuat, rukun, dan memiliki ketahanan masyarakat yang tangguh,’’ ungkapnya.

Dia menilai sinergi masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan perlu terus dijaga. Kondusivitas wilayah menjadi salah satu modal utama agar pembangunan desa dapat berjalan dengan baik.

’’Karena kondusivitas adalah syarat mutlak berjalannya mesin pembangunan di tingkat desa, di mana modal sosial yaitu kepercayaan dan kerukunan jauh lebih berharga daripada sekadar modal finansial,’’ terangnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
pengajian akbar ngawi sumbersari