Jawa Pos Radar Madiun – Kereta api tak hanya menjadi moda angkutan penumpang dan barang.
Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menyusuri jalur rel membawa layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kali ini, kereta kesehatan tersebut berhenti di Stasiun Geneng, Ngawi.
Sebanyak 183 kunjungan pemeriksaan tercatat dalam bakti sosial yang menyasar masyarakat di sekitar jalur kereta api tersebut.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI.
Sasaran utamanya adalah masyarakat di sekitar jalur kereta api, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
’’Rail Clinic hadir di Stasiun Geneng untuk memberikan pelayanan kesehatan, pengobatan gratis, serta edukasi kesehatan dan keselamatan kepada masyarakat sekitar stasiun,’’ ujarnya.
Dari total 183 kunjungan pemeriksaan, layanan poli umum menjadi yang paling banyak dimanfaatkan dengan 112 pasien.
Kemudian, pemeriksaan laboratorium melayani 46 orang dan pemeriksaan mata 15 orang.
Sementara itu, masing-masing lima pasien memperoleh pelayanan di poli gigi dan spesialis obstetri-ginekologi (obgyn).
Pelayanan kesehatan tersebut ditangani tim medis yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis kandungan, bidan, analis kesehatan, apoteker, hingga tenaga paramedis.
Keberadaan fasilitas medis di dalam Rail Clinic memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan primer tanpa harus bepergian jauh.
’’Rail Clinic merupakan kereta kesehatan yang dirancang khusus untuk menjangkau daerah-daerah dengan memanfaatkan jalur kereta api,’’ jelas Tohari.
Layanan Rail Clinic di Geneng tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan gratis. KAI juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.
Sebanyak 10 kacamata gratis diberikan kepada pelajar. Tiga kursi roda juga disalurkan masing-masing untuk Desa Tepas, Geneng, dan Tambakromo.
Selain itu, sebanyak 60 paket sembako dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KAI dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
KAI turut menyalurkan 100 paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Momentum kedatangan Rail Clinic juga dimanfaatkan KAI untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan perjalanan kereta api.
Masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel diajak meningkatkan kewaspadaan sekaligus memahami pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
’’Kami berkomitmen terus menjalankan program yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah Daop 7 Madiun sehingga perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan membawa berkah bagi semua,’’ pungkas Tohari. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto