Jawa Pos Radar Madiun - Usia 62 tahun menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SMK PGRI 1 Ngawi. Tak sekadar merayakan perjalanan panjang sekolah, hari jadi tersebut juga menjadi kesempatan bagi alumni untuk kembali hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
SMK PGRI 1 (Grisa) Ngawi genap berusia 62 tahun pada 1 September. Beragam kegiatan digelar untuk menyemarakkan hari jadi sekolah kejuruan yang terus berkembang tersebut.
Pada puncak rangkaian kegiatan, IKA Grisa Ngawi menggelar bakti sosial berkolaborasi dengan Karang Taruna Dusun Pilangbango, Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ketua Pelaksana IKA Grisa Ngawi Iptu Prinanto mengapresiasi keterlibatan alumni, panitia, pemuda-pemudi Pilangbango, serta masyarakat Kecamatan Padas.
Kapolsek Pitu tersebut bersyukur momentum HUT ke-62 SMK PGRI 1 Ngawi dapat menjadi sarana bagi para alumni untuk menyebarkan semangat positif sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
''Kami mewakili semua alumni Grisa Ngawi mulai angkatan 1964 hingga 2026 menyampaikan terimakasih telah diterima dan bisa berkontribusi untuk masyarakat Ngawi,'' ujarnya.
Baca Juga: Desil 9-10 Dibatasi Beli Pertalite, Bahlil: Data Harus Valid!
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sejumlah warga kurang mampu dan penyandang disabilitas turut diundang sebagai penerima bantuan.
''Karenanya kami mengundang beberapa perwakilan warga kurang mampu dan disabilitas untuk menerima bantuan ini,'' katanya.
Menurut Prinanto, bakti sosial IKA Grisa bukan hanya ditujukan untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang empati dan kepedulian sosial kepada siswa.
Kolaborasi dengan masyarakat dalam pengajian akbar juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta budaya religius.
Menariknya, siswa-siswi SMK PGRI 1 Ngawi ikut dilibatkan dalam mendukung kebutuhan teknis acara. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama belajar di sekolah.
''Melalui kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi siswa di luar kelas dengan mengaplikasikan ilmu dari jurusannya masing-masing,'' imbuh Prinanto.
Keterlibatan siswa sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pengalaman bersentuhan langsung dengan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter dan kemampuan sosial mereka.
Ketua IKA Grisa Ngawi Kombes Pol Suryono turut menyampaikan selamat atas perjalanan 62 tahun SMK PGRI 1 Ngawi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah itu mengaku bangga melihat almamaternya terus berkembang dan melahirkan generasi yang mampu meraih kesuksesan di berbagai bidang.
''Kami mengajak seluruh alumni untuk menjadi jembatan sukses bagi adik-adik kami baik dimasa sekarang dan yang akan datang,'' tuturnya.
Suryono juga berpesan kepada para siswa SMK PGRI 1 Ngawi agar memiliki kepercayaan diri dalam menentukan masa depan. Mereka didorong tidak ragu memasang cita-cita setinggi mungkin dan terus berusaha mewujudkannya.
Semangat kolaborasi lintas generasi itulah yang mengiringi perjalanan 62 tahun SMK PGRI 1 Ngawi. Alumni tidak hanya kembali untuk mengenang masa sekolah, tetapi juga mengambil peran dalam memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat. (rio/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani