Lahan Tembakau Ngawi Capai 2.000 Hektare, Harga Rajangan Tembus Rp 50 Ribu

Asep Syaeful • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:38 WIB
PENDAMPINGAN PETANI: Tim DKPP Ngawi melakukan monitoring dan evaluasi di lahan tembakau Kecamatan Karangjati, Kamis (3/9).
PENDAMPINGAN PETANI: Tim DKPP Ngawi melakukan monitoring dan evaluasi di lahan tembakau Kecamatan Karangjati, Kamis (3/9).

Jawa Pos Radar Madiun – Tembakau menjadi salah satu komoditas perkebunan yang terus dikembangkan di Kabupaten Ngawi.

Tahun ini, luas lahan tembakau mencapai sekitar 2.000 hektare yang tersebar di 14 kecamatan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi pun memperkuat pendampingan kepada petani.

Tim monitoring dan evaluasi (monev) turun langsung ke salah satu sentra tembakau di Kecamatan Karangjati, Kamis (3/9).

Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi Anita Denni Arganingrum mengatakan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh. Mulai proses pembibitan, budidaya, hingga penanganan hasil panen.

"Kegiatan ini sebagai bentuk monitoring, evaluasi, dan pendampingan kepada petani tembakau mulai pembibitan hingga pascapanen," ungkap Denni, Jumat (4/9).

Sejumlah varietas unggulan saat ini dikembangkan petani tembakau Ngawi. Di antaranya Prancak 95 dan Purwosari.

Dalam pengembangannya, DKPP Ngawi juga berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi tersebut mencakup sertifikasi benih hingga pengembangan teknik penanaman secara berkelanjutan.

"Kami tidak bisa sendirian, harus kerjasama dengan provinsi," ujarnya.

Berdasarkan data DKPP Ngawi, lahan tembakau seluas 2.000 hektare tersebar di Kecamatan Karangjati, Bringin, Kasreman, Padas, Pangkur, Kendal, Sine, Jogorogo, Ngrambe, Kedunggalar, Paron, Mantingan, Karanganyar, dan Ngawi.

Momentum musim kemarau turut memengaruhi kondisi komoditas tersebut.

Harga tembakau rajangan kering saat ini berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

"Kemarau ini juga berdampak pada tingginya nilai jual di pasaran, di mana harga tembakau rajangan kering kisaran Rp 25-50 ribu per kilogram," terang Denni.

Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari petani. Sojo, salah seorang petani tembakau, mengaku terbantu dengan pengawalan yang dilakukan DKPP.

Menurut dia, bimbingan teknis dari pemerintah daerah membantu petani meningkatkan mutu daun tembakau.

Peningkatan kualitas hasil panen diharapkan berbanding lurus dengan produktivitas dan pendapatan petani.

"Kami sangat mengapresiasi langkah dinas yang selalu hadir mendampingi petani, dari urusan benih sampai pascapanen. Meningkatkan kualitas hasil panen, produktivitas, dan pendapatan kami," ujar Sojo. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
harga tembakau rajangan kering DKPP Ngawi petani tembakau ngawi lahan tembakau