Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah penerima bantuan pangan di Pacitan meningkat tajam.
Pada penyaluran alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, penerimanya mencapai 92.256 orang, jauh di atas sekitar 50 ribu penerima pada 2025.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, penerima bantuan ditetapkan pemerintah berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang telah diselaraskan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Penerima bantuan pangan diprioritaskan kepada masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan desil 1–4.
”Kelompok tersebut diprioritaskan karena dinilai paling membutuhkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan,” kata Budiwan, Minggu (6/9).
Dalam penyaluran periode Juli–September 2026, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan 10 kilogram per bulan selama tiga bulan.
Dengan 92.256 penerima, total beras yang dibutuhkan untuk menuntaskan seluruh alokasi tersebut mencapai sekitar 2.767,68 ton.
Namun, distribusi bantuan belum sepenuhnya rampung. Hingga awal September, realisasi penyaluran disebut baru mencapai sekitar separuh dari total sasaran.
“Hingga saat ini realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 50 persen,” kata Budiwan.
Bulog menargetkan seluruh penyaluran bantuan beras di Pacitan dapat dituntaskan paling lambat 18 September 2026.
Target tersebut ditetapkan setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait di daerah.
Bantuan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk warga yang menghadapi dampak musim kemarau.
“Terutama daerah-daerah yang sekarang sedang musim kemarau, mungkin membutuhkan beras untuk kebutuhan mereka,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto