Jawa Pos Radar Madiun – Final NBA 2025 benar-benar menyuguhkan ketegangan maksimal.
Indiana Pacers menolak menyerah begitu saja dan sukses memperpanjang napas mereka usai mengalahkan Oklahoma City Thunder dengan skor telak 108-91 pada Game 6, Kamis malam waktu setempat (19 Juni 2025).
Kemenangan tersebut membuat skor seri kini imbang 3-3 dan memaksa pertandingan penentu Game 7 digelar di markas Thunder, Paycom Center, Minggu malam.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Gainbridge Fieldhouse, Pacers tampil dengan determinasi tinggi.
Obi Toppin mencuri perhatian dengan torehan 20 poin, sedangkan Andrew Nembhard menyusul dengan 17 poin.
Tidak kalah penting, Pascal Siakam tampil solid dengan double-double: 16 poin dan 13 rebound.
Meski masih terganggu cedera betis, Tyrese Haliburton tetap tampil dan menyumbang 14 poin dalam kemenangan krusial ini.
“Ini adalah pertandingan pamungkas,” tegas pelatih Pacers Rick Carlisle usai laga. “Kami tahu apa yang dipertaruhkan dan seluruh tim merespons dengan luar biasa.”
Indiana Bangkit dari Ketertinggalan
Seperti cerita musim reguler mereka, Pacers kembali menunjukkan mental baja.
Mereka memulai laga dengan buruk — delapan tembakan pertama gagal masuk dan tertinggal 10-2.
Namun setelahnya, Indiana tampil eksplosif dengan membalikkan keadaan secara dramatis.
Dalam dua kuarter berikutnya, mereka menghantam Thunder dengan keunggulan 68-32, bahkan sempat memimpin hingga 31 poin.
Ini menjadi margin kemenangan terbesar Pacers di sepanjang seri Final NBA tahun ini.
“Tujuan kami cuma satu: jangan biarkan mereka mengangkat trofi di kandang kami,” ujar Haliburton penuh semangat.
Thunder Terjebak, Starter Ditarik
Di sisi Thunder, Shai Gilgeous Alexander mencetak 21 poin, namun itu belum cukup untuk mengangkat tim.
Oklahoma City kesulitan menembus pertahanan Indiana yang rapat dan agresif.
Pelatih Mark Daigneault bahkan menarik seluruh starter di kuarter keempat saat skor tertinggal terlalu jauh.
“Indiana memang layak menang malam ini,” aku Daigneault.
“Mereka mengendalikan permainan sejak awal.”
Beberapa perubahan strategi sempat dicoba, termasuk memainkan Alex Caruso sebagai starter di babak kedua.
Namun upaya itu gagal mengubah momentum. Empat menit awal kuarter ketiga bahkan berjalan tanpa satu pun poin dari kedua tim, tapi hanya Indiana yang bangkit setelahnya.
Game 7: Adu Nyali dan Strategi
Game 7 nanti akan menjadi final NBA pertama sejak 2016 yang berlangsung hingga gim ketujuh, menghidupkan kembali memori duel legendaris Cleveland Cavaliers vs Golden State Warriors.
Secara statistik, tim tuan rumah punya rekor solid di Game 7 final (15 menang, 4 kalah). Tapi sejarah juga mencatat bahwa tuan rumah bisa tumbang — seperti yang dialami Warriors pada 2016.
Thunder sendiri sudah membuktikan kematangan mereka di Final Wilayah Barat, saat bangkit melawan Minnesota Timberwolves.
Tapi kini, tantangan lebih besar menanti: mematahkan perlawanan Pacers yang tengah percaya diri dan tampil agresif.
Dengan tensi yang terus naik dan peluang terbuka untuk kedua tim, Final NBA 2025 telah menjelma menjadi drama olahraga terbaik musim ini, menyajikan ketegangan, kejutan, dan gairah kompetisi hingga detik terakhir. (chi/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira