JAKARTA - Turnamen M Series Mobile Legends: Bang Bang merupakan level tertinggi kompetisi MLBB global.
Ajang ini mempertemukan tim profesional terbaik dari berbagai region dengan atmosfer kompetitif, strategi inovatif, serta momen bersejarah yang terus dikenang penggemar.
Sejak edisi perdana, M Series konsisten melahirkan juara dengan karakter permainan khas tiap wilayah.
Daftar juara dan runner up pun menjadi cerminan peta kekuatan esports MLBB dunia dari tahun ke tahun.
Daftar Juara dan Runner Up M Series
M1 World Championship (2019)
Kejuaraan dunia pertama MLBB langsung mencatat sejarah besar bagi Indonesia.
Juara: EVOS Legends (Indonesia)
Runner up: RRQ Hoshi (Indonesia)
Final sesama wakil Indonesia menjadikan M1 sebagai tonggak awal supremasi Tanah Air di panggung dunia.
M2 World Championship (2020)
M2 menandai awal dominasi Asia Tenggara yang lebih luas.
Juara: Bren Esports (Filipina)
Runner up: Burmese Ghouls
M3 World Championship (2021)
Disiplin strategi dan koordinasi menjadi pembeda di level tertinggi.
Juara: Blacklist International
Runner up: ONIC PH
M4 World Championship (2022)
Meta cepat dan mekanik individu semakin menonjol.
Juara: ECHO
Runner up: Blacklist International
M5 World Championship (2023)
Persaingan lintas region semakin seimbang dan agresif.
Juara: AP Bren
Runner up: ONIC Esports
M6 World Championship (2024)
Filipina kembali menunjukkan konsistensi luar biasa.
Juara: Fnatic ONIC PH
Runner up: Team Liquid ID
Dominasi Filipina dan Perjuangan Indonesia
Sejak M2 hingga M6, tim asal Filipina berhasil merebut lima gelar juara beruntun, memperlihatkan kedalaman strategi, sistem pembinaan, serta regenerasi pemain yang solid.
Indonesia tetap kompetitif di berbagai edisi. ONIC Esports dan Team Liquid ID bahkan mampu menembus Grand Final, namun dominasi Filipina kerap menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus.
M7 World Championship: Indonesia Jadi Tuan Rumah
Memasuki edisi ketujuh, antusiasme terhadap M7 World Championship memuncak seiring ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah.
M7 digelar penuh di Jakarta pada 3–25 Januari 2026, dengan total hadiah USD 1 juta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah M Series, opening ceremony khusus digelar pada 9 Januari 2026 dengan tema Let The World See Us, menampilkan narasi sinematik dan ikon budaya Jakarta.
Indonesia diwakili dua tim terbaik hasil MPL: ONIC Esports sebagai juara dan Alter Ego Esports sebagai runner up.
Grand Final M7: Alter Ego vs Aurora Gaming PH
Puncak M7 mempertemukan Alter Ego Esports melawan Aurora Gaming PH pada Minggu, 25 Januari 2026.
Info Grand Final
• Waktu: 18.00 WIB
• Venue: Tenis Indoor Senayan
• Format: Best of Seven (Bo7)
• Hadiah: Bagian terbesar dari prize pool USD 1.000.000 (Sekitar Rp 16 miliar)
Perjalanan Alter Ego: Miracle Run dari Lower Bracket
Alter Ego tampil sebagai simbol kebangkitan. Setelah dikalahkan Aurora Gaming PH 1-3 di Upper Bracket, El Familia bangkit dari Lower Bracket dengan menyingkirkan Team Spirit (3-1), melakukan comeback dramatis melawan Team Liquid PH (3-2), lalu mengalahkan Selangor Red Giants (3-1) di Final Lower Bracket.
Aurora Gaming PH: Konsistensi Jalur Upper Bracket
Aurora melaju mulus melalui Upper Bracket. Mereka menundukkan Alter Ego di pertemuan awal Knockout Stage, lalu mengamankan tiket Grand Final usai menang 3-2 atas Selangor Red Giants.
Karakter permainan Aurora dikenal rapi, disiplin, dan efisien dalam kontrol objektif serta eksekusi late game.
Rematch Penentuan Takhta Dunia
Grand Final M7 menjadi ulangan duel Upper Bracket. Alter Ego membawa momentum kemenangan beruntun, sementara Aurora Gaming PH memiliki keunggulan istirahat dan psikologis.
Format Bo7 membuka ruang adaptasi lebih luas. Stamina, kesiapan mental, dan kedalaman hero pool menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar juara dunia MLBB edisi ketujuh.
Editor : Ockta Prana Lagawira