Jawa Pos Radar Madiun - Bintang Timnas Indonesia, Kevin Diks, baru saja memahat tinta emas dalam sejarah sepak bola Jerman.
Pemain bertahan milik Borussia Moenchengladbach ini resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang dipercaya mengenakan ban kapten di kasta tertinggi Liga Jerman, Bundesliga.
Momen bersejarah tersebut terjadi saat Gladbach menjamu FC St Pauli pada Sabtu (14/3) lalu.
Meski mencatatkan rekor personal yang prestisius, Diks memilih untuk tetap membumi dan tidak larut dalam euforia.
Ban kapten yang melingkar di lengan Kevin Diks terasa semakin lengkap setelah Gladbach berhasil mengamankan kemenangan krusial 2-0.
Namun, Diks mengakui bahwa performa timnya secara permainan belum berada di level terbaik.
"Pada akhirnya, kepercayaan diri sangat penting dalam perjuangan menghindari degradasi. Kami memang tidak menciptakan banyak peluang emas, tapi kami adalah tim yang lebih efektif," ujar Kevin Diks.
Baca Juga: Rekrutmen SPPI Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Dibuka! Ini Link, Syarat dan Cara Daftarnya
Hasil Akhir di Atas Segalanya
Bagi Diks, status kapten adalah kehormatan, namun misi menyelamatkan tim dari ancaman degradasi jauh lebih krusial.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi sulit seperti sekarang, gaya bermain nomor dua setelah perolehan poin.
"Saya pikir itu tetap kemenangan yang pantas. Dalam pertarungan menghindari degradasi Bundesliga, tiga poin adalah hal yang paling penting," tegasnya.
Baca Juga: Diet Aman bagi Penderita Maag: Tips Menurunkan Berat Badan Tanpa Takut Asam Lambung Kambuh!
Kronologi Penunjukan Kevin Diks sebagai Kapten
Kepercayaan yang diberikan pelatih Eugen Polanski kepada Kevin Diks bukanlah sebuah kebetulan.
Kapten sebelumnya, Rocco Reitz, harus absen akibat sanksi kartu merah yang didapat saat laga kontra Bayern Munich.
Sejak era pelatih Gerardo Seoane, Kevin Diks memang sudah diproyeksikan masuk dalam dewan tim sebagai salah satu kandidat pemimpin di lapangan.
Pelatih anyar Gladbach tetap melanjutkan peran Diks sebagai sosok senior yang memiliki pengaruh besar di ruang ganti.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Gladbach untuk menjauh dari zona merah sekaligus membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing dan memimpin di kompetisi elite Eropa. (naz)
Editor : Mizan Ahsani