Jawa Pos Radar Madiun – Dewa United akhirnya berhasil memutus kebuntuan dan mengamankan poin penuh saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League di Banten International Stadium, Jumat (3/4/2026) malam.
Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Banten Warriors sukses menyudahi perlawanan Laskar Mataram dengan skor tipis 1-0.
Penalti Menjadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Dewa United mencoba bermain lebih efektif untuk keluar dari tekanan penguasaan bola PSIM Yogyakarta.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-62.
Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di area terlarang PSIM.
Baca Juga: Siap Debut di Gelora Bung Tomo, Bruno Paraiba Bisa Jadi Solusi Krisis Striker Persebaya
Alex Martins yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Tendangan kerasnya bersarang di gawang PSIM, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Namun, kemenangan ini harus dibayar mahal.
Tak lama setelah mencetak gol, Alex Martins harus ditarik keluar pada menit ke-74 karena mengalami cedera dan digantikan oleh penyerang muda Rafael Struick.
PSIM Yogyakarta sendiri terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan memasukkan tenaga baru seperti Irfan Arfandi dan N. Haljeta.
Baca Juga: Update BRI Super League: Jelang Lawan Persita, Persebaya Surabaya Dihantui Badai Cedera
Namun pertahanan Dewa United yang dikawal Nick Kuipers tampil sangat solid hingga peluit panjang dibunyikan.
Statistik Akhir Pertandingan
Meskipun kalah skor, PSIM Yogyakarta secara statistik mendominasi jalannya pertandingan, terutama dalam hal penguasaan bola.
Namun, Dewa United terbukti lebih efektif dalam penyelesaian akhir.
|
Statistik Utama |
Dewa United |
PSIM Yogyakarta |
|---|---|---|
|
Skor Akhir |
1 |
0 |
|
Penguasaan Bola |
39% |
61% |
|
Total Tembakan |
7 |
7 |
|
Tembakan ke Gawang |
4 |
2 |
Baca Juga: Jadwal Lengkap BRI Super League Pekan ke-26: Persib dan Persija Hadapi Laga Tandang Krusial
Kemenangan ini menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi anak asuh Jan Olde Riekerink untuk terus merangkak naik di klasemen BRI Super League.
Sebaliknya, bagi PSIM Yogyakarta, hasil ini menjadi rapor merah mengingat mereka gagal mengonversi 61% penguasaan bola menjadi gol penyeimbang. (tif)
Editor : Latiful Habibi