Jawa Pos Radar Madiun - Persib Bandung memang masih kokoh di puncak klasemen Super League 2025/2026.
Namun, pelatih Bojan Hodak justru menemukan tren yang cukup mengganggu.
Persib baru saja meraih kemenangan 2-0 di kandang Semen Padang.
Dua gol Ramon Tanque memastikan Maung Bandung tetap unggul empat poin dari Borneo FC.
Meski hasilnya positif, Hodak menilai performa timnya belum maksimal.
Hodak mengungkapkan bahwa Persib selalu mengalami penurunan performa setiap kali kembali bermain setelah jeda kompetisi.
“Entah kenapa, setiap pertandingan pertama setelah break, kami belum berada di level terbaik. Jadi saya harap untuk laga berikutnya kami akan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini seperti mesin yang lama tidak digunakan.
Permainan menjadi tidak lancar meski sebelumnya tampil konsisten.
Tren tersebut kembali terjadi usai jeda Idulfitri dan agenda internasional. Sebelumnya, Persib juga hanya menang tipis 1-0 atas PSBS Biak setelah jeda dua pekan.
Baca Juga: Sepeda Lipat 3Sixty, Kembaran Brompton yang Harganya 10 Kali Lipat Lebih Murah
Persaingan di BRI Super League Masih Ketat
Meski berada di puncak klasemen, posisi Persib belum sepenuhnya aman. Selisih empat poin masih bisa terkejar.
Hodak menegaskan timnya harus fokus menghadapi setiap pertandingan.
“Masih ada beberapa pertandingan tersisa. Kami hanya fokus pada tim sendiri dan menjalani laga satu per satu,” ucapnya.
Dengan sisa laga yang ada, Persib dituntut tampil konsisten agar bisa mempertahankan posisi hingga akhir musim. (naz)
Editor : Mizan Ahsani