Jawa Pos Radar Madiun – Persita Tangerang menunjukkan ambisi besar di sisa kompetisi musim 2024-2025.
Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini tetap percaya diri untuk menembus jajaran empat besar klasemen.
Sekaligus mencatatkan sejarah baru dengan raihan poin tertinggi sepanjang keikutsertaan mereka di era Super League.
Meski baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, semangat tim asuhan Carlos Pena tidak surut.
Kekalahan tersebut dinilai sebagai batu loncatan untuk tampil lebih maksimal di sisa pertandingan yang ada.
Baca Juga: Prediksi Skor Persita Tangerang vs Arema FC: Singo Edan Incar Kemenangan Di Kandang Lawan
Mengejar Rekor 50 Poin
Sejak promosi ke kasta tertinggi pada tahun 2020, Persita belum pernah menyentuh angka 50 poin dalam satu musim.
Catatan terbaik mereka sejauh ini adalah:Musim 2022-2023: 47 poin (Finis peringkat ke-9).
Musim 2021-2022: 39 poin (Finis peringkat ke-12).
Musim 2023-2024: 39 poin.
Saat ini, Persita berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 41 poin.
Dengan delapan pertandingan tersisa, peluang untuk melampaui rekor 47 poin dan menembus angka 50 sangat terbuka lebar.
Optimisme Carlos Pena
Pelatih asal Spanyol, Carlos Pena, menegaskan bahwa performa timnya secara permainan terus menunjukkan perkembangan positif.
Terutama dalam kombinasi penguasaan bola dan serangan balik cepat.
"Kami memiliki target yang ingin diraih musim ini. Selain itu, kami juga dekat dengan posisi lima dan empat di liga. Kami juga ingin memecahkan rekor raihan poin terbanyak dalam sejarah Persita," tegas Pena.
Baca Juga: Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar: Juku Eja Berharap Dewi Fortuna Di Jogja
Ujian Berat Melawan Arema FC
Langkah Persita untuk mewujudkan ambisi tersebut akan segera diuji dalam waktu dekat.
Persita dijadwalkan menjamu Arema FC pada tanggal 10 April mendatang.
Laga ini menjadi krusial bagi Pendekar Cisadane untuk kembali ke jalur kemenangan dan mengamankan poin penuh demi merangkak naik ke papan atas klasemen.
Jika mampu menjaga konsistensi di delapan laga sisa, musim 2024-2025 berpotensi menjadi musim paling bersejarah bagi publik Tangerang. (tif)
Editor : Latiful Habibi