Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Misi PSS Sleman Curi Poin di Banjarmasin: Ansyari Lubis Waspadai "Set Piece" Barito Putera

Latiful Habibi • Jumat, 10 April 2026 | 12:25 WIB
OPTIMISTIS: Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis saat memimpin timnya latihan. (IG @pssleman)
OPTIMISTIS: Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis saat memimpin timnya latihan. (IG @pssleman)

Jawa Pos Radar Madiun – Pertandingan krusial menanti penggawa PSS Sleman dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup Timur pekan ke-24.

Tim berjuluk Super Elang Jawa ini dijadwalkan menantang tuan rumah PS Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada Sabtu (11/4/2026) malam.

​Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat posisi kedua tim di papan klasemen.

PSS Sleman datang dengan misi membawa pulang poin maksimal demi mengamankan posisi dan meredam ambisi tim lawan.

Baca Juga: Preview Pegadaian Championship: Misi Promosi! Ansyari Lubis Sebut Laga PSS Sleman vs Barito Putera Sebagai Partai Final

Analisis Kekuatan Lawan

Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa Barito Putera di bawah asuhan Coach Teco memiliki motivasi tinggi untuk menang guna mendongkrak posisi mereka dari peringkat ketiga.

Namun, Ansyari menegaskan bahwa timnya sudah mengantongi peta kekuatan lawan.

​“Kalau soal antisipasi, kedua tim sudah sama-sama tahu. Di dua pertandingan sebelumnya kita bertemu mereka, hasilnya selalu imbang,” ungkap Ansyari pada sesi konferensi pers, Kamis (8/4/2026) sore.

Waspadai Bola Mati

Satu hal yang menjadi perhatian khusus bagi staf pelatih PSS adalah efektivitas Barito Putera dalam memanfaatkan situasi bola mati (set piece).

Ansyari menilai hal tersebut bisa menjadi pembeda jika lini pertahanan PSS lengah.

Baca Juga: Preview Pegadaian Championship: Ketajaman Gustavo Tocantins Jadi Senjata PSS Sleman Curi Poin di Kandang Barito Putera

Fokus Antisipasi: Penempatan posisi bek saat sepak pojok dan tendangan bebas.

Kedisiplinan: Mengurangi pelanggaran tidak perlu di area berbahaya.

Komunikasi: Koordinasi antar pemain bertahan dan penjaga gawang.

​“Terutama mereka sangat kuat dalam situasi bola-bola mati, dan itu harus kita antisipasi,” tegasnya secara lugas.

Mentalitas Tandang

Bermain di hadapan publik Banjarmasin yang dikenal fanatik tidak menyurutkan nyali penggawa PSS.

Meski Barito Putera diuntungkan dengan dukungan penuh suporter, Ansyari memastikan anak asuhnya sudah memiliki mental baja untuk menghadapi tekanan tersebut.

Baca Juga: Update Pegadaian Championship: Sapu Bersih Pekan ke-23, PSS Sleman Fokus Tatap Empat "Laga Final" Tersisa

“Yang pasti mereka bermain di kandang, artinya mereka akan didukung suporternya. Tetapi kita sebagai tim PSS tidak merasa terbebani mau main kandang atau tandang. Karena kita sudah terbiasa,” jelas pelatih yang akrab disapa Uwak tersebut.

Dengan persiapan yang matang dan fokus penuh selama 90 menit, PSS Sleman berharap mampu tampil solid.

Dan membawa pulang hasil maksimal untuk tetap bersaing di jalur juara Grup Timur Pegadaian Championship musim ini. (tif)

Editor : Latiful Habibi
#PS Barito Putera #Super Elang Jawa #Pegadaian Championship #Ansyari Lubis #PSS Sleman