Jawa Pos Radar Madiun - Juventus memastikan arah jangka panjang klub dengan mengikat Luciano Spalletti dalam kontrak baru hingga 2028.
Keputusan ini menegaskan kepercayaan penuh manajemen terhadap proyek yang sedang dibangun sang pelatih.
Perpanjangan kontrak tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Juventus tidak hanya mengejar hasil instan.
Tetapi juga membangun fondasi tim secara berkelanjutan dalam beberapa musim ke depan.
Berikut ini 3 alasan manajamen Bianconeri memperpanjang kontrak Spalletti.
1. Dampak Cepat Spalletti di Juventus
Sejak bergabung, Spalletti langsung memberikan pengaruh signifikan. Tidak hanya dari sisi taktik, tetapi juga dalam membentuk karakter tim dan suasana di dalam klub.
CEO Juventus Damien Comolli menegaskan bahwa kehadiran Spalletti membawa perubahan positif secara menyeluruh.
“Sejak Luciano bergabung dengan keluarga besar Juventus, ia langsung memberikan dampak sangat positif kepada pemain, klub, dan seluruh komunitas Bianconeri,” ujarnya.
Menurutnya, sejak awal sudah terlihat bahwa Spalletti adalah sosok tepat untuk memimpin Juventus dalam fase pertumbuhan.
2. Filosofi Bermain Jadi Kunci Kepercayaan
Salah satu alasan utama perpanjangan kontrak adalah filosofi permainan Luciano Spalletti yang dinilai sejalan dengan identitas klub.
Gaya bermain yang ambisius dan progresif dianggap mampu memenuhi ekspektasi suporter Juventus.
Selain itu, nilai-nilai yang dibawa Spalletti juga dinilai merepresentasikan DNA klub.
Baca Juga: Alisson Becker Buka Pintu Gabung Juventus, Ada Syarat Berat untuk Bianconeri
Manajemen melihat bahwa pendekatan tersebut bukan hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga penting untuk masa depan.
3. Stabilitas Jadi Fondasi Sukses Juventus
Juventus secara terbuka menegaskan bahwa keputusan memperpanjang kontrak Spalletti bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi besar klub.
“Stabilitas dan kontinuitas adalah dua pilar penting untuk kesuksesan di masa depan,” tegas Damien Comolli.
Dalam beberapa musim terakhir, banyak klub top Eropa mulai mengedepankan proyek jangka panjang dibanding pergantian pelatih yang terlalu cepat. Juventus kini mengikuti arah yang sama.
Editor : Andi Chorniawan