Jawa Pos Radar Madiun - Union Berlin baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Jerman. Klub berjuluk Die Eisernen tersebut resmi menunjuk Marie Louise Eta sebagai pelatih sementara (interim) hingga akhir musim 2025/2026.
Penunjukan ini menjadikan Eta sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai pelatih kepala di kasta tertinggi Bundesliga.
Marie Louise Eta bukan sosok asing di Stadion An der Alten Försterei. Wanita berusia 34 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih di bawah arahan Marco Grote dan Nenad Bjelica.
Langkah Drastis Akibat Tren Buruk
Keputusan manajemen Union Berlin untuk menunjuk Eta diambil setelah klub memecat Steffen Baumgart beserta dua asistennya, Danilo de Souza dan Kevin McKenna.
Langkah radikal ini dipicu oleh kekalahan memalukan 1-3 dari tim juru kunci, 1.FC Heidenheim 1846.
Meski saat ini berada di peringkat ke-11 dan unggul 7 poin dari zona degradasi, performa Union Berlin sedang terjun bebas. Mereka hanya mampu meraih 2 kemenangan dari 14 pertandingan terakhir.
"Kami tidak mau dibutakan oleh posisi di klasemen. Situasi kami tetap genting. Dua kemenangan dari 14 laga sejak jeda musim dingin membuat kami tidak yakin situasi akan berubah dengan komposisi yang ada sebelumnya," ujar Direktur Olahraga, Horst Heldt.
Baca Juga: Hasil Pertamina Enduro vs Electric PLN di Final Four Proliga 2026 Seri Solo: JPE Rebut Set Pertama
Profil Marie Louise Eta
Sebelum dipercaya menangani tim utama putra, Eta awalnya direncanakan untuk menangani tim U-19 Union Berlin sebelum naik pangkat menjadi pelatih kepala tim wanita klub tersebut pada musim depan.
-
Rekam Jejak: Asisten pelatih pertama wanita di Bundesliga (era Marco Grote).
-
Usia: 34 tahun.
-
Tantangan Utama: Mengembalikan kepercayaan diri skuad Christopher Trimmel dkk. demi memastikan diri tetap bertahan di Bundesliga musim depan.
"Mengingat jarak poin di papan bawah, kami belum bisa memastikan diri bertahan. Saya senang klub memberikan kepercayaan dengan tugas yang menantang ini," ungkap Eta penuh optimisme.
Dunia akan menyoroti bangku cadangan Union Berlin pekan depan saat mereka menjamu VfL Wolfsburg.
Di momen itulah, Marie Louise Eta akan secara resmi menggurat sejarah baru sebagai wanita pertama yang memimpin tim pria di level tertinggi kompetisi sepak bola Jerman.
Penunjukan ini dianggap sebagai simbol kemajuan inklusivitas dalam manajemen teknis sepak bola pria, sekaligus beban berat bagi Eta untuk membuktikan bahwa taktik dan kepemimpinan tidak mengenal batasan gender. (naz)
Editor : Mizan Ahsani