Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rekam Jejak Giovanni Malago, Kandidat Presiden FIGC yang Didukung Inter tapi Ditolak Juventus dan AC Milan

Andi Chorniawan • Senin, 13 April 2026 | 14:18 WIB
Giovanni Malago kandidat Presiden FIGC.
Giovanni Malago kandidat Presiden FIGC.

Jawa Pos Radar Madiun - Perebutan kursi Presiden FIGC memanas. Nama Giovanni Malago mencuat sebagai kandidat kuat, tetapi justru memicu perbedaan sikap di antara klub-klub elite Serie A.

Dukungan terbuka datang dari Beppe Marotta selaku Presiden Inter Milan. Namun, langkah tersebut langsung mendapat penolakan dari Juventus dan AC Milan yang memilih jalur berbeda.

Situasi ini membuat pemilihan Presiden FIGC 2026 bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga pertarungan arah masa depan sepak bola Italia.

Muncul Setelah Mundurnya Gravina

Nama Malago menguat setelah Gabriele Gravina memutuskan mundur dari jabatannya.

Baca Juga: 4 Gol 1 Assist dalam 9 Laga! Jeremie Boga Tampil Ganas, Juventus Siap Tebus Murah Cuma 5 Juta Euro

Pengunduran diri tersebut berkaitan dengan kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Kondisi ini memicu tekanan besar terhadap federasi dan mendorong kebutuhan akan figur baru yang mampu membawa perubahan.

Dalam situasi krisis tersebut, Malago dianggap sebagai sosok yang memiliki kapasitas untuk membenahi struktur organisasi.

Dukungan Inter, Penolakan Juventus dan AC Milan

Dukungan terhadap Malago tidak datang secara diam-diam. Marotta bahkan aktif melakukan lobi ke klub-klub Serie A untuk mengamankan suara.

Klub-klub Serie A memiliki pengaruh signifikan dalam pemilihan, dengan total sekitar 18 persen suara. Malago disebut telah mengantongi dukungan mayoritas klub.

Namun, langkah ini ditolak oleh Juventus dan AC Milan. Kedua klub tersebut justru memberikan dukungan kepada Adriano Galliani sebagai kandidat alternatif.

Baca Juga: Debut Starter, Emil Holm Jadi Pembeda Laga Juventus Lawan Atalanta, Ini Statistik dan Performanya

Perbedaan sikap ini menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan di level elite sepak bola Italia.

Rekam Jejak Giovanni Malago 

Giovanni Malago dikenal sebagai figur berpengaruh di dunia olahraga Italia.

Ia pernah menjabat sebagai Presiden Italian National Olympic Committee selama lebih dari satu dekade, tepatnya 2013 hingga 2025.

Selain itu, ia juga menjadi anggota International Olympic Committee dan dipercaya sebagai Ketua penyelenggara Olimpiade Milano–Cortina 2026.

Latar belakangnya sebagai pebisnis dan mantan atlet futsal membuatnya memiliki jaringan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selama memimpin CONI, Malago dinilai sukses mengelola berbagai event olahraga besar, memperkuat posisi Italia di Olimpiade, serta membangun koneksi strategis dengan berbagai pihak.

Kuat di Struktur, Minim Pengalaman Teknis Sepak Bola

Di balik rekam jejaknya yang solid, Malago juga menuai kritik.

Ia dinilai bukan figur “orang sepak bola murni” karena kariernya lebih banyak berkutat di ranah organisasi olahraga secara umum.

Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan mengelola struktur organisasi, membangun diplomasi, serta menarik investasi. Namun, dari sisi teknis sepak bola, pengalamannya dianggap terbatas.

Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa kepemimpinannya lebih berfokus pada tata kelola dibandingkan pengembangan permainan di lapangan.

Jadwal Pemilihan Presiden FIGC 2026

Pemilihan Presiden FIGC dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026. Setiap kandidat harus dikonfirmasi setidaknya 40 hari sebelum hari pemungutan suara.

Dengan peta dukungan yang terbelah antara Inter di satu sisi serta Juventus dan AC Milan di sisi lain, persaingan dipastikan berlangsung ketat.

Editor : Andi Chorniawan
#Giovanni Malago #presiden figc #Juventus #inter milan #penolakan