Update BRI Super League: Jelang Duel Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Masih Dihantui Badai Cedera

Latiful Habibi • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 14:22 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (IG @officialpersebaya)
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (IG @officialpersebaya)

Jawa Pos Radar Madiun – Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, harus menghadapi tantangan berat menyongsong laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/26.

Kondisi mental dan fisik Francisco Rivera dkk. bakal kembali diuji saat menjamu Madura United FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/4) mendatang.

​Kekalahan telak 3-0 di markas Persija Jakarta pada laga sebelumnya menyisakan persoalan serius bagi tim pelatih.

Tavares mengungkapkan bahwa krisis pemain menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih poin di ibu kota.

Absennya sejumlah pilar memaksa pelatih asal Portugal tersebut melakukan rotasi darurat yang mengganggu stabilitas permainan.

Baca Juga: Kata-kata Bojan Hodak Usai Persib Taklukkan Bali United 3-2 Di GBLA

Krisis Kebugaran dan Rotasi Darurat

Tavares menjelaskan bahwa keterbatasan pilihan pemain memaksanya menerapkan perubahan taktik yang kurang ideal.

Pada laga kontra Persija, beberapa pemain yang diturunkan di babak kedua merupakan mereka yang baru pulih dari cedera dan belum bugar 100 persen.

​"Sayangnya, kami memiliki banyak pemain yang tidak bisa membantu tim saat ini. Kami masih memiliki banyak pemain yang cedera dan yang lainnya sedang sakit," ujar Tavares saat ditemui di Lapangan B Stadion GBT, Senin (13/4) sore.

​Akibat kondisi fisik yang belum prima tersebut, aliran bola dan intensitas tekanan ke pertahanan lawan menjadi tidak maksimal, yang akhirnya berujung pada hasil minor bagi Bajul Ijo.

Baca Juga: Kata-kata Milomir Seslija Usai Persis Solo Tekuk Semen Padang 2-1 Di Stadion Manahan

Ancaman dari Laskar Sape Kerrab

​Di sisi lain, Madura United datang ke Surabaya dengan kepercayaan diri tinggi.

Laskar Sape Kerrab baru saja mengamankan poin penuh setelah menang tipis 2-1 atas Persik Kediri dalam laga bertajuk Derbi Jatim.

Tren positif ini menjadi sinyal waspada bagi lini belakang Persebaya yang baru saja kebobolan tiga gol.

Menanti "Keajaiban" Tim Medis

​Menjelang laga krusial ini, mantan pelatih PSM Makassar tersebut terus berkoordinasi intensif dengan tim medis.

Strategi starting eleven kini sepenuhnya bergantung pada laporan ketersediaan pemain.

Baca Juga: Kata-kata Jan Olde Reikerink Usai Dewa United Banten FC Libas Malut United 2-1: Sekarang Keseimbangan Tim Kami Sudah Baik

Tavares berharap ada keajaiban medis agar beberapa pemain pilar bisa segera merumput kembali.

​"Persiapan kami adalah menyiapkan para pemain yang ada agar siap tampil. Karena jika tidak ada kabar baik dari departemen medis, kami hanya memiliki pemain-pemain ini saja," tegas pelatih berusia 45 tahun tersebut.

Gengsi Derbi Suramadu

Duel bertajuk Derbi Suramadu ini diprediksi akan berlangsung panas.

Baca Juga: Hasil ASEAN U17 Boy's Championship 2026: Bantai Timor Leste 4-0, Indonesia Siap Tantang Malaysia Di Laga Kedua

Selain menjadi ajang pembuktian penguasa wilayah di sekitar jembatan penghubung Surabaya dan Madura, kemenangan menjadi harga mati bagi Persebaya.

Tiga poin sangat dibutuhkan untuk memutus tren negatif sekaligus menjaga martabat tim di hadapan ribuan Bonek yang akan memadati Stadion GBT. (tif)

Editor : Latiful Habibi
Persebaya Surabaya Bernardo Tavares madura united BRI Super League derbi suramadu