Jawa Pos Radar Madiun - Bintang tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, secara terang-terangan mengungkapkan rasa penasarannya untuk menjuarai gelaran Polytron Indonesia Open 2026.
Turnamen level BWF World Tour Super 1000 ini telah masuk ke dalam daftar keinginan (wishlist) utama Jojo musim ini.
"Indonesia Open ini salah satu wishlist saya untuk bisa menjuarai kejuaraan ini. Jadi memang ini salah satu target utama di tahun ini," ungkap Jonatan saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/4).
Misi Menghapus Rekor Buruk di Kandang
Rasa penasaran Jonatan terbilang sangat beralasan. Sejak melakoni debut di Indonesia Open pada tahun 2015, peraih emas Asian Games 2018 ini belum pernah mencicipi podium tertinggi di turnamen rumah sendiri.
Catatan Prestasi Jojo di Indonesia Open:
-
2021: Semifinal (Kalah dari Viktor Axelsen).
-
2023: Perempat Final.
-
2024: Babak Pertama.
-
2025: Babak Kedua.
Setelah hasil yang kurang konsisten dalam dua edisi terakhir, Jojo mengaku telah berdiskusi intensif dengan tim pelatih untuk fokus total pada persiapan fisik maupun mental.
"Pasti akan dipersiapkan 100 persen dari segala sisi, karena memang ingin mendapatkan hasil yang terbaik," tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Beri Teguran Keras ke YouTube dan Roblox, Belum Patuhi PP Tunas hingga Tenggat Berakhir
Magis Istora dan Dukungan Suporter
Tampil di Istora Gelora Bung Karno memberikan motivasi ganda bagi Jojo. Baginya, atmosfer Istora tidak bisa dibandingkan dengan stadion mana pun di dunia.
Sorakan penonton dianggap memiliki "magis" yang mampu mendongkrak semangat juang para atlet nasional.
"Istora dari dulu tidak pernah berubah, punya magisnya sendiri. Saya berharap para badminton lovers mau hadir memeriahkan dan mendukung kami atlet Indonesia," kata pemain yang kini menjadi tumpuan tunggal putra Indonesia tersebut.
Tantangan Sport Science dan Persaingan Global
Jonatan menyadari bahwa persaingan di sektor tunggal putra kini semakin merata.
Kemajuan pesat pemain dari berbagai negara, termasuk Eropa, menurutnya tak lepas dari penerapan sport science yang semakin modern dalam dunia bulu tangkis.
Integrasi ilmu olahraga kini mencakup:
-
Analisis Video: Mempelajari pola serangan dan kelemahan lawan secara detail.
-
Biomekanika: Mengoptimalkan gerakan smash dan kelincahan di lapangan untuk efisiensi energi.
-
Nutrisi & Pemulihan: Mempercepat regenerasi otot di tengah jadwal turnamen yang padat.
Meskipun persaingan semakin ketat, Jonatan tetap optimistis. Ia memilih untuk fokus pada persiapan diri sendiri dan memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk menjawab rasa penasarannya di Istora, 2-7 Juni mendatang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani