SLEMAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertandingan final Pegadaian Championship yang mempertemukan PSS Sleman vs Garudayaksa berlangsung penuh drama.
Sempat tertinggal defisit dua gol di babak pertama, Laskar Sembada berhasil bangkit secara heroik di babak kedua untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
Dominasi Garudayaksa di Paruh Pertama
Garudayaksa langsung tancap gas sejak menit awal. PSS Sleman sempat dikejutkan oleh permainan efektif tim lawan yang berhasil mencuri dua gol sebelum turun minum.
Gol pembuka Garudayaksa lahir di menit ke-23 melalui Kelilauw A. setelah menerima umpan dari Komang Tri.
Baca Juga: Hasil Babak Pertama PSS Sleman vs Garudayaksa: Super Elja Babak Belur Dihajar Garudayaksa 0-2
Petaka bagi PSS bertambah di menit ke-35 ketika wasit menunjuk titik putih. Everton yang maju sebagai algojo penalti tidak menyia-nyiakan peluang dan mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Garudayaksa di babak pertama.
Kebangkitan Super Elja: Panggung Gustavo Tocantins
Memasuki babak kedua, pelatih PSS Sleman melakukan sejumlah rotasi penting, termasuk memasukkan I. Mofu dan Haqi J.
Perubahan strategi ini terbukti ampuh meningkatkan intensitas serangan. Meski mendominasi penguasaan bola hingga 59%, PSS terus kesulitan menembus rapatnya pertahanan Garudayaksa hingga memasuki satu jam jalannya laga.
Baca Juga: Persis Solo vs Persebaya: Duel Sengit di Manahan Masih Buntu Tanpa Gol di Babak Pertama
Harapan muncul di menit ke-65. Striker andalan mereka, Gustavo Tocantins, berhasil memecah kebuntuan dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Gol ini memicu semangat para pemain PSS untuk terus menggempur pertahanan lawan.
Drama memuncak di masa injury time.
Saat kemenangan Garudayaksa sudah di depan mata, Gustavo Tocantins kembali muncul sebagai pahlawan.
Pada menit ke-90+2', pemain asal Brasil tersebut mencetak gol keduanya (brace) yang menggetarkan jaring gawang Garudayaksa.
Baca Juga: Manajer Persija: Duel vs Persib Banyak Drama, Tak Pantas Disebut El Clasico
Skor berubah menjadi 2-2 dan disambut gemuruh pendukung setia di stadion.
Dengan hasil imbang 2-2 di waktu normal, pertandingan yang penuh dengan tensi tinggi—terbukti dengan total 6 kartu kuning yang keluar dari kantong wasit—harus dilanjutkan ke babak tambahan (Extra Time).
Untuk menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi Pegadaian Championship, Super Elja atau Garudayaksa. (tif)
Editor : Latiful Habibi