Jawa Pos Radar Madiun - Juventus meraih hasil apik di giornata ke-36 Serie A, Minggu (10/5) dini hari, usai menang tipis atas Lecce.
Pertandingan ini spesial lantaran teripcta rekor gol tercepat oleh Dusan Vlahovic.
Hanya butuh 12 detik bagi Vlahovic untuk membobol gawang Wladimiro Falcone.
Gol kilat ini tidak hanya membawa poin penuh bagi I Bianconeri, tetapi juga menjadi pesan kuat bagi klub-klub raksasa Eropa yang tengah mengincar tanda tangannya di bursa transfer musim panas nanti.
Rekor yang Mempertegas Nilai Jual
Gol 12 detik tersebut resmi menjadi gol tercepat Juventus sepanjang sejarah di Serie A, memecahkan rekor Arturo Vidal (18 detik) pada 2012.
Catatan ini seolah menjadi pengingat mengapa nama Vlahovic terus dikaitkan dengan klub-klub elit Inggris dan Spanyol yang mencari predator di kotak penalti.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, secara terbuka mengakui bahwa timnya akan berada dalam masalah besar tanpa kehadiran pemain asal Serbia tersebut.
"Kami sangat kehilangan Vlahovic karena tak punya sosok lain dengan karakteristiknya. Tim pemenang butuh penyerang yang kuat secara fisik dan mampu menahan lawan seperti dia," ujar Spalletti.
Baca Juga: Jika Bungkam Real Madrid, Barcelona Resmi Sabet Gelar LaLiga ke-29 di Depan Rival Abadi
Sinyal Spalletti terhadap Nasib Vlahovic di Bursa Transfer
Pernyataan Spalletti ini muncul di saat rumor bursa transfer musim panas mulai memanas. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Vlahovic kerap dikaitkan dengan sejumlah klub di Eropa.
Namun, Spalletti justru mengirimkan sinyal sebaliknya kepada manajemen klub.
Ia membandingkan Vlahovic dengan striker lain seperti Jonathan David, yang meski tajam, dianggap belum setangguh Vlahovic dalam duel fisik satu lawan satu.
Bagi Spalletti, melepas Vlahovic sama saja dengan membuang pembeda di skuatnya.
"Berbeda ketika kami punya Vlahovic. Kami sempat kehilangan figur yang mampu menerjemahkan umpan dari belakang menjadi serangan. Dia adalah sosok pembeda kami," tegas Spalletti.
PR Besar: Ketergantungan yang Berbahaya
Meski memuji setinggi langit, Spalletti juga mengkritik timnya yang seolah hanya bergantung pada momen magis Vlahovic.
Juventus dianggap masih mengidap penyakit lama, yakni mencetak gol cepat namun gagal menghabisi lawan lebih awal.
"Sangat mengesalkan ketika kami sudah menguasai permainan tapi hanya menang 1-0. Ini pekerjaan rumah kami," lanjutnya.
Jika Juventus ingin tetap menjadi pesaing gelar di musim depan, perintah Spalletti sudah jelas, maka Vlahovic harus bertahan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani