Jawa Pos Radar Madiun – Musim 2025/26 menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Juventus dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Bianconeri gagal memenuhi ekspektasi setelah hanya finis di posisi keenam Serie A dan harus puas tampil di Liga Europa musim depan.
Tak hanya gagal bersaing dalam perebutan gelar, Juventus juga mencatat sejumlah statistik buruk yang memperlihatkan inkonsistensinya sepanjang musim.
Berikut deretan fakta menarik sekaligus mengejutkan dari perjalanan Juventus musim 2025/26.
Baca Juga: 3 Alasan Alisson Becker Tetap Ingin Gabung Juventus meski Nantinya Tak Main di Liga Champions
1. Juventus Gagal Capai 70 Poin
Juventus menutup musim Serie A dengan 69 poin. Catatan tersebut menjadi yang terburuk sejak musim 2010/11 yang hanya mengoleksi 58 poin di era Luigi Delneri.
Ini juga menjadi pertama kalinya Juventus gagal menyentuh angka 70 poin dalam satu musim Serie A dalam 15 tahun terakhir.
Padahal pada musim 2022/23, Juventus sebenarnya mengumpulkan 72 poin di lapangan sebelum terkena pengurangan poin akibat kasus finansial.
2. Akhir Musim yang Jauh dari Harapan
Secara keseluruhan, Juventus mengakhiri musim dengan statistik berikut:
Posisi Serie A: 6
Total poin: 69
Gol tercipta: 61
Kebobolan: 34
Clean sheet: 16
Liga Champions: gugur di play-off
Coppa Italia: perempat final
Hasil buruk ini membuat Juventus harus kembali bermain di Liga Europa untuk pertama kalinya sejak musim 2011/12.
3. Musim Buruk Edon Zhegrova
Salah satu statistik paling mengecewakan datang dari Edon Zhegrova.
Pemain yang diharapkan memberi kreativitas di lini serang itu justru menutup musim tanpa kontribusi gol maupun assist.
Zhegrova mengakhiri musim 2025/26 dengan nol gol dan nol assist di semua kompetisi.
4. Koopmeiners Mandul di Serie A
Teun Koopmeiners juga menjadi sorotan negatif musim ini.
Gelandang asal Belanda tersebut tercatat sebagai satu-satunya pemain outfield Juventus dengan lebih dari 1.000 menit bermain di Serie A tanpa gol maupun assist.
Baca Juga: Kritik Pedas Luciano Moggi: Kualitas Juventus Sekarang Cuma Pantas Bermain di Liga Europa
Statistik tersebut jelas jauh dari ekspektasi terhadap pemain yang diharapkan menjadi motor lini tengah Juventus.
5. Kenan Yildiz Rising Star of the Season
Di tengah performa tim yang inkonsisten, Kenan Yildiz justru tampil sebagai pemain paling bersinar musim ini.
Wonderkid asal Turki tersebut mencatat 14 gol dan 10 assist.
Statistik itu membuat Kenan menjadi pemain Juventus dengan kontribusi gol dan assist terbanyak di semua kompetisi musim ini.
Yildiz pun terpilih sebagai Rising Star of The Season Serie A.
6. Pierre Kalulu Jadi Pemain Paling Stabil
Bek asal Prancis Pierre Kalulu menjadi pemain Juventus dengan menit bermain terbanyak musim ini.
Kalulu mencatat 48 penampilan dengan 4.291 menit bermain.
Menariknya, ia juga tidak pernah absen karena cedera sepanjang musim.
Di tengah badai cedera yang beberapa kali menghantam Juventus, Kalulu menjadi salah satu sosok paling stabil di lini belakang.
Editor : Andi Chorniawan